Ketahui Rincian Biaya Notaris Jual Beli Rumah Berikut Ini

1135

Rincian Biaya Notaris Jual Beli Rumah

Rincian Biaya Jual Beli Rumah
LebahMaster.Com – Kehadiran notaris dirasa cukup penting dalam suatu kegiatan jual beli rumah. Karena setiap perjanjian yang dimaksudkan untuk penggadaian, pemindahan hak, atau memberikan hak baru atas tanah harus dibuktikan dengan akta yang dibuat di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Akta ini juga diperlukan ketika seseorang hendak meminjam uang dengan melibatkan hak atas tanah sebagai jaminannya. Oleh karena itu, perlu anda ketahui bagaimana rincian biaya notaris jual beli rumah sebelum anda melakukan transaksi terkait penggadaian atau jual beli rumah.

 

Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau yang biasa disebut notaris ini merupakan satu-satunya pejabat yang berwenang dalam menentukan sah atau tidaknya suatu proses jual beli rumah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keberadaan seorang notaris dalam setiap transaksi jual beli rumah sangatlah penting, terutama bagi pihak pembeli.

 

Berdasarkan pasal 51 UUJN, notaris memiliki beberapa tugas pokok, antara lain:
1) Membukukan surat-surat di bawah tangan dengan mendaftar dalam buku khusus (waarmerking).
2) Membuat salinan dari surat asli dibawa tangan berupa salinan yang memuat uraian sebagaimana ditulis dan digambarkan dalam surat yang bersangkutan.
3) Melakukan pengesahan kecocokan fotokopi dengan surat asli (legalisir).
4) Memberikan penyuluhan hukum sehubungan dengan pembuatan akta.
5) Membuat akta yang berhubungan dengan pertanahan.
6) Membuat akta risalah lelang.
7) Membetulkan kesalahan tulis dan/atau kesalahan ketik yang terdapat pada minuta akta yang telah ditandatangani dengan membuat berita acara (BA) dan memberikan catatan tentang hal tersebut pada minuta akta asli yang menyebutkan tanggal dan nomor BA pembetulan, dan salinan tersebut dikirimkan ke para pihak.

 

Berapa Biaya Notaris Jual Beli Rumah?
Biaya notaris jual beli rumah umumnya mencakup beberapa klasifikasi biaya, seperti biaya cek sertifikat, biaya SK 59, biaya validasi pajak, biaya Akte Jual Beli (AJB), Biaya Balik Nama (BBN), biaya SKHMT, serta biaya APHT. Rincian biaya notaris jual beli rumah tersebut diperkirakan nilainya masing-masing berikut ini:
1) Biaya cek sertifikat : Rp. 100.000
2) Biaya SK 59 : Rp. 100.000
3) Biaya validasi pajak : Rp. 200.000
4) Biaya Akte Jual Beli (AJB) : Rp. 2.400.000
5) Biaya Balik Nama (BBN) : Rp. 750.000
6) Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKHMT) : Rp. 250.000
7) APHT : Rp. 1.200.000

 
Biaya-biaya tersebut jika ditotal nilainya mencapai lima juta rupiah. Namun, itu hanyalah biaya perkiraan. Ada beberapa notaris yang mematok harga di bawah lima juta, dan di atas lima juta. Selain itu, ada juga yang mematok biaya notaris jual beli rumah dengan membebankan biaya jasanya sebesar 0,5%-1% dari nilai transaksi. Biaya jasa notaris jual beli rumah ini umumnya ditanggungkan kepada pihak pembeli, karena pihak pembeli yang dirasa lebih berkepentingan. Namun, sebenarnya biaya notaris jual beli rumah tersebut dapat dibagi dua 50:50 antara penjual dan pembeli rumah.

 

Baca Juga: 6 Jenis Pajak Jual Beli Rumah Yang Harus Diketahui

 

Bagaimana? Rincian tersebut cukup jelas bukan? Rincian biaya notaris jual beli rumah tersebut dapat anda jadikan sebagai referensi jika anda ingin menyewa notaris untuk mengatasi urusan jual beli rumah anda. Namun, jangan terlalu kaget juga jika ada notaris lain yang mematok harga lebih tinggi dari pasaran.