Kisah Dua Wanita Hebat

1301

Wanita Hebat Indonesia

Kisah Dua Wanita hebat Indonesia – Sancaya Rini adalah peraih KEHATI Award di tahun 2009 untuk kategori Citra Lestari KEHATI. Dalam sebuah acara diskusi, saya pernah berbincang dengannya. Tepatnya, mewawancarai dia. Dalam bincang-bincang itu, Rini demikian panggilannya banyak bercerita. Ia tak menyangka bakal dapat penghargaan dari KEHATI. Awalnya kata dia dari kesukaannya membatik yang dia seriusi pada tahun 2005. Di salah satu sudut rumahnya di Tangerang Selatan hobi itu ia seriusi. Rini mengaku, belajar membatik di Museum Batik Indonesia. Lalu,  ilmu yang dia dapatkan itu, ia tularkan pada anak-anak muda di sekeliling rumahnya. Menurutnya, bukan usaha yang mudah menarik minat anak muda belajar membatik. Meskipun hanya berhasil membimbing segelintir anak-anak muda di lingkungannya ia tetap serius menggeluti kegiatan membatiknya. Bahkan dia semakin serius menggunakan pewarna alam sebagai sumber warna utama dari batik-batik yang dibuatnya. Creative Kanawida menjadi tempat atau workshop membatik yang dikelolanya.

Menurut Rini, batik yang ramah lingkungan ini kemudian menjadi semakin mendapatkan perhatian setelah ia mendapatkan KEHATI Award di tahun 2009 pada kategori Citra Lestari KEHATI. Kata Rini, dari hanya sebuah workshop kecil di sudut kota Tangerang Selatan, penghargaan dari KEHATI itu membuat semakin banyak orang ingin mengetahui apa yang dia lakukan dengan pewarna alam dan batiknya.

Bahkan kata Rini, penghargaan yang diberikan atas usahanya memanfaatkan keanekaragaman hayati dan memberdayakan masyarakat kian  memperluas jaringannya. Dari jaringan itu dia berhasil mendapatkan informasi-informasi baru tentang jenis-jenis pewarna alam yang lain. Selain itu, tawaran pameran dan berbagi ilmu semakin banyak datang, sehingga Rini pun merasa, apa yang dia lakukan mampu memberikan dampak yang lebih besar.

Ya  setelah orang-orang mengenal saya dari penghargaan KEHATI Award,” kata dia.

Di acara yang sama, saya juga mewawancarai Maria Loretha. Dia perempuan asal Adonara, Nusa Tenggara Timur. Seperti Rini, wanita hebat satu ini memiliki upaya Maria mendorong pangan lokal asli Adonara sejak tahun 2007 mendapatkan perhatian yang semakin besar setelah wanita Dayak ini memenangkan penghargaan KEHATI Award 2012. Maria mengaku makin  bersemangat mendorong petani di daerahnya untuk membudidayakan pangan lokal seperti ubi, padi hitam, sorgum, kacang, dan sebagainya. Penghargaan itu juga kata dia yang mengantarkannya pada banyak forum nasional maupun internasional untuk berbagi pengalaman.

Baca Juga : Kisah Polantas Dari Wonosari