Kisah Gayus Tambunan, Kaya Mendadak Dengan Cara Salah

9760

Kisah Sang Gayus Tambunan Kaya Mendadak

Kisah gayus Tambunan Kaya Mendadak
Kisah Gayus Tambunan, Kaya Mendadak Dengan Cara Salah

LebahMaster.Com – Gayus, “Muda kaya raya, mati masuk surga”, demikian slogan tenar yang sering didengung-dengungkan. Slogan yang menggambar sebuah cita-cita yang sempurna. Memang siapa sih yang tak ingin kaya pada usia muda? Pasti semuanya ingin kaya kala usia masih belia, biar di hari tua bisa tenang menikmati sisa usia.

Cita-cita bisa kaya di usia muda, memang sudah seharusnya itu jadi cita-cita semua anak muda di negeri ini. Tapi bisa kaya di usia muda bukan perkara gampang. Butuh kerja keras untuk menggapainya. Butuh perjuangan berliku yang sangat mungkin akan dibumbui dengan cerita jatuh bangun. Kecuali bagi anak muda yang orang tua sudah kaya raya, yang tinggal tunggu warisan saja.

Namun ternyata, banyak yang salah jalan karena cita-cita bisa kaya raya di usia muda. Banyak yang mengambil jalan pintas hanya karena ingin dapat rupiah melimpah. Kisah anak muda yang tersesat jalan, ingin kaya dengan cara instan, banyak terjadi di negeri ini. Misalnya, banyak yang menempuh jalan hitam, dapat uang lewat cara salah seperti menjadi pengedar narkoba. Atau kaya dari hasil korupsi.

Kisah Gayus Tambunan, mungkin salah satu contoh yang bisa dijadikan bahan renungan. Gayus adalah pegawai pajak yang masih muda. Tapi, walau masih pegawai muda, kekayaan Gayus mencengangkan. Ia punya rumah mewah di komplek perumahan elit. Bahkan, tak tanggung-tangggung harga rumahnya milyaran rupiah. Gayus juga, memiliki satu unit apartemen, dan juga beberapa unit mobil. Bisa dikatakan, Gayus kaya mendadak sejak jadi pegawai pajak. Tapi, akhirnya darimana asal usul kekayaan Gayus terbongkar juga. Ternyata semua kekayaan itu dimiliki Gayus dari hasil korupsi.

Sebagai pegawai pajak, godaan untuk mendapatkan uang dengan cara cepat memang terbuka lebar. Jika tak tahan iman, integritas bisa runtuh. Gayus sepertinya tak tahan godaan. Ia pun kemudian menyalahgunakan kewenangannya, menangguk kekayaan lewat cara yang salah. Namun sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Serapi-rapinya Gayus membungkus ‘bangkai’, bau busuk tercium juga. Adalah Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) yang mengendus perbuatan Gayus. Rekening Gayus dicurigai. Hingga kemudian rekening tak wajar Gayus pun dilaporkan ke pihak penegak hukum. Apalagi, ketika itu muncul pernyataan dari Komisaris Jenderal Susno Duadji tentang praktek mafia pajak.

Gayus pun dibidik. Namun sebelum ditangkap, Gayus sempat melarikan diri ke Singapura. Sebuah tim dibentuk untuk membujuk Gayus pulang. Salah satu anggota tim, adalah Denny Indrayana. Di Singapura, tim sempat bertemu Gayus. Gayus akhirnya bisa digelandang ke Indonesia. Pengadilan pun memvonis Gayus bersalah dalam kasus korupsi, penerimaan gratifikasi, penyuapan, dan tindak pidana pencucian uang.

Setelah divonis, penegak hukum menyita pundi-pundi yang dimiliki Gayus. Pada Desember 2014, harta-harta Gayus di lelang. Pada tahap pertama, harta gayus yang berhasil dilelang adalah 31 keping logam mulia dengan berat masing-masing keping seberat 100 gram. Keping logam Gayus pun berhasil terjual dengan nilai 1,4 milyar. Satu rumah mewah Gayus di perumahaan Gading Park View Kelapa Gading, Jakarta Utara ikut di lelang dan laku terjual dengan harga 6,3 milyar rupiah.

Pada tahap dua, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) kembali melakukan lelang harta-harta yang dimiliki Gayus. Harta yang dilelang adalah satu unit mobil Honda Jazz dengan nomor polisi B 52 MA, satu unitt mobil Ford Everest dengan nomor polisi B 96 MG dan 1 unit apartemen di Graha Cempaka Mas, Jakarta Pusat.
Honda Jazz, laku terjual Rp 97 juta rupiah, Ford Everest laku Rp 119 juta dan apartemen di Graha Cempaka Mas berhasil dilego dengan harga Rp 645 juta. Jadi total uang yang berhasil disetor ke kas negara dari hasil lelang harta Gayus sebanyak Rp 8,6 milyar. Di luar harta yang dilelang, tim eksekutor Kejaksaan Agung juga merampas harta Gayus lainnya berupa uang senilai Rp 74 milyar yang terdiri dari mata uang dolar AS, dolar Singapur, dan rupiah.

Pesan yang bisa kita tarik dari cerita Gayus tersebut sebagai bahan pelajaran hidup adalah, siapa pun memang harus punya keinginan dan cita-cita. Bahkan bila perlu setinggi langit. Gapailah itu, dengan niat dan tekad yang kuat. Namun ingat, berikhtiarlah dengan cara yang tak menabrak aturan. Jangan curang. Jangan culas. Jangan pula coba mencari jalan pintas. Bekerjalah sesuai aturan yang digariskan. Syukuri apa yang sudah diraih. Karena nikmat hidup itu adalah ketika apa yang dimiliki, bukan dengan cara ‘merampas’ hak orang lain, tapi benar-benar hak milik sendiri buah dari kewajiban yang sudah ditunaikan.

Penulis: Agus Supriyatna
Wartawan Senior sebuah Media Cetak yang terbit di Jakarta

Other Article :

KISAH CINTA MENGHARUKAN DATANG KE PERNIKAHAN MANTAN