Kisah Keajaiban Di Balik Doa

Malam itu aku duduk bersama sahabat di kamar kecilku, Kuingat keinginanku tadi sore kalau malam ini aku akan memecahkan  celenganku yang terbuat dari tanah liat, karena ingin membeli baju dan mau mentraktir teman-teman kosan. Ku pegang celengan itu lalu kugoyangkan di deket telingaku untuk memastikan isi tabungan selama ini. Setelah mendengar dan menduga-duga isi celengan yang kupegang berhubung isinya uang recehan semua sehingga saya bisa  mengira-ngira, Namun ternyata malam itu tidak memungkinkan untuk  memecahkannya karena isinya yang masih  sedikit, terdengar dari gesekan-gesekan uang recehan pada tanah liat.  Tetapi malam itu sahabtku sebut saja namanya “Lail” memaksa agar memecehkan celengan itu karena ingin meminta traktiran, Akhirnya saya berubah fikiran,  “ ya udah saya pecahin dah sekrang,kalau gitu menyingkir nanti kamu kena pecahan celengannya” ujarku.  CRAAAAAT.. bunyi celengan tanah liat yang pecah dan berserakan.

Setelah menghitung semua uang  yang terkumpul, ternyata tidak sesuai ekspektasi, hehehe. Isinya hanya Rp 185.000  “yah kurang RP 1.500 lagi untuk menggenapkan menjadi Rp 200.000’’ ujarku sambil memberi kode kepada Lail agar mau menambahkan Rp 1.500 supaya uangnya menjadi genap Rp 200.000, Alhadulillah Lalil pun peka dan menambah Rp1.500. Dan terkumpullah menjadi RP 200.000 .

Kemudian saya membersihkan uang  itu karena banyaknya debu tanah liat yang ikut menempel, sambil berkata ” Mudah-mudahan Uang saya besok bertambah menjadi RP 300.00  Aamiin dan mengulangnya beberapa kali. Lail pun tertawa dan berkata ngaco kamu , siapa yang mau nambahin hehehe “ saya pun ikut tertawa”. Karena sudah larut malam saya akhirnya bergegas merapikan tempat tidur bersama Lail sambil memasukkan uang kedalam tempat bekas bedak bayi yang ku minta dari tetangga kosan, lalu mengunci lemari.

Esoknya saya ingin mengambil uang yang ada di dalam tempat bedak bayi karena Lail dan yang lainnya sudah menagi untuk di traktir, lalu kukeluarkanlah satu persatu uang recehan tersebut  dan terlihat  di tengah-tengah uang recehan itu ada lipatan kertas yang berwarna merah akupun heran dan menariknya keluar dari tempat bedak karena merasa tidak menaruh kertas melainkan hanya uang recehan semua. Dan tak disangak ternyata kertas itu adalah lipatan uang Rp 100.000 akupun kaget dan tak percaya mengapa uang ini bisa ada di dalam, Lail ikut kaget dan tak percaya sambil bertanya-tanya uang ini dari mana ? tidak ada yang mengakui uang tersebut setelah kutanya teman-teman kamarku.  Gak lama kemudian  Secara bersamaan aku dan lail berkata “Eeeh Ingat gak semalam kamu bialang apa pas membersihkan uang-uang itu” singkat cerita , saat itu juga aku dan lail mulai percaya bahwa setiap ucapan seseorang itu bisa menjadi doa.

Adapun hikmah yang bisa kita ambil dari cerita fakta tersebut bahwasanya  sebagai manusia sepatutnya kita menjaga ucapan-ucapan kita agar tetap berkata baik dan beanar karena setiap ucapan yang dilontarkan  sesorang bisa menjadi doa untuk diri kita sendiri dan orang lain. Dan mengajarkan kita betapa pentingnya berdoa dan meminta hanya kepada-Nya.

Keajaiban Doa

Kebanyakan dari kita baru berdoa kepada Allah di saat tertimpa musibah, masalah, kesedihan, atau kesusahan. Sedangkan tatkala dalam kondisi lapang dan berkecukupan, ia menjauh dan seakan lupa dengan Rabb-nya. Padahal sejatinya kita selalu butuh terhadap doa, karena doa merupakan senjata bagi seorang Muslim. Begitu banyak hal yang awalnya terlihat tidak mungkin kemudian menjadi mungkin dengan doa. Bahkan disebutkan di dalam hadits yang shahih, bahwa doa bisa mencegah takdir. Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَرُدُّ القَضَاءَ إِلاَّ الدُّعَاءُ، وَلاَ يَزِيدُ فِي العُمْرِ إِلاَّ البِرُّ

Tidak ada yang bisa mencegah takdir kecuali doa. Dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali amal kebaikan.” (HR At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 7687.).

Simaklah sejenak video dibawah ini tentang sebuah do’a yang paling dibaca oleh Rasulullah Sholullahu’alaiwassalam.

Semoga kita termasuk diantara hamba-hamba yang do’anya penuh keajaiban dan selalu dikabulkan oleh Allah ta’ala.

Penulis: Musdalifah Irfan – STIE SEBI

Baca Juga: Mengharukan, Kisah Tiga Balita Kembar Mencari Ibunya!