[Kisah] Soedomo Mau Tangkap Ali Sadikin

2529

Sekilas Kisah Saat Soedomo Mau Tangkap bang Ali Sadikin

Kisah Soedomo Mau Tangkap Ali Sadikin

Lebahmaster.com – Suatu sore saya melihat sebuah tayangan program ‘Biografi’ di situ berbagi video Youtube.com. Program ‘Biografi’ sendiri adalah salah satu program acara yang tayang di stasiun televisi Lativi. Stasiun ini dulunya didirikan oleh mantan Menteri Tenaga Kerja, Abdul Latief. Tapi dalam perkembangannya kemudian Lativi dibeli oleh grup Bakrie. Kini Lativi tak ada lagi, sudah berganti nama menjadi TV One.

Tayangan ‘Biografi’ Lativi yang saya lihat di Youtube itu, mengulas khusus sosok Ali Sadikin, atau biasa disapa akrab Bang Ali, mantan Gubernur Jakarta yang legendaris itu. Di tayangan itu, selain Bang Ali yang diwawancarai, ikut diwawancarai pula beberapa tokoh. Salah satunya adalah Laksamana (Purn) Soedomo. Soedomo diwawancarai dalam kapasitasnya selain sebagai sesama angkatan laut, juga sebagai mantan Panglima Komando Pengendalian Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib). Kopkamtib sendiri adalah sebuah lembaga bentukan Soeharto yang begitu power full di masanya.

Reporter Lativi di tayangan Biografi, banyak menanyakan kepada Soedomo tentang sosok Bang Ali. Kata Soedomo yang mengaku adalah yunior Bang Ali di TNI-AL, sosok mantan gubernur DKI Jakarta itu adalah sosok yang cerdas dan tegas. Pikiran Bang Ali, kata Soedomo, jauh melompat kedepan.

” Pak Ali berpikiran jauh kedepan. Dan, yang juga menonjol kemampuan manajemen. Khususnya leadershipnya itu, tegas, cepat sekali dalam tindakannya itu. Man of action,” kata Soedomo memuji Bang Ali.

Bang Ali sendiri kata Soedomo lagi, bukan tipe orang yang suka meninggalkan persoalan. Setiap ada masalah, cepat di selesaikan. Mungkin ujar Soedomo, karena Bang Ali seorang tentara, maka cepat dalam mengambil tindakan. Soedomo juga mengakui jika Bang Ali orangnya keras. Suka marah-marah. Tapi, cepat lupa, dan cepat pula memaafkan serta minta maaf.

” Pak Ali suka marah-marah, tapi marah-marahnya hanya sebentar,” katanya.

Sampai kemudian ditayangan Biografi itu Soedomo menceritakan soal awal mula terjadinya pencekalan terhadap Bang Ali dan sejumlah tokoh yang menandatangani Petisi 50. Kata Soedomo, bukan Soeharto yang mengambil prakarsa untuk mencekal para tokoh Petisi 50. Tapi Soedomo mengaku dirinya yang mengambil kebijakan itu. Alasannya ketika itu, Indonesia sedang butuh bantuan luar negeri. Maka, untuk mencegah persepsi negatif, bahwa Indonesia tak aman, dan tak stabil, ia ambil prakarsa mencekal para pengkritik Soeharto tersebut.

Baca: Ketika Bang Ali Dilarang Hadiri Undangan Kawinan dan Naik Haji

” Saya yang ambil prakarsa, bukan Pak Harto. Yang saya cekal kalau hanya ke luar negeri. Karena jangan sampai, kita kan butuh bantuan luar negeri. Jangan sampai ganggu. Indonesia begini-begini. Jangan sampai. Bukan Pak Harto yang ambil prakarsa,” tutur Soedomo.

Soedomo juga menceritakan pernah menghadap Bang Ali. Saat bertemu Bang Ali itu, ia sampaikan sikapnya. Walau nadanya memang terkesan ‘mengancam’.
” Saya sampaikan ke Pak Ali. Pak maaf, jangan sampai.. Saya katakan, saya kan angkatan laut, yuniornya. Jangan sampai harus nangkap senior sayalah, jangan ke arah situ. Pak Ali ngerti kok,” kata Soedomo menceritakan kembali saat dirinya bertemu Bang Ali.

Soedomo juga bercerita, ketika itu Bang Ali mengerti apa yang dilakukannya. Bahkan Bang Ali mengatakan, ia tak berniat menjatuhkan Soeharto dengan kekuatan.

” Pak Ali bilang, saya berikan jaminan, saya tak akan jatuhkan Pak Harto dengan kekuatan,” ujar Soedomo mengutip kembali apa yang diucapkan Bang Ali saat bertemu dengannya.

Sumber : Tayangan Program ‘Biografi’ Lativi yang diunggah di situs Youtube.com