Kris Biantoro, Seniman Nasionalis

1731

Seniman Nasionalis Kris Biantoro

Seniman Kris Biantoro
Krisbiantoro, Seniman Nasionalis

Kris Biatoro – Selasa sore, 13 Agustus 2013, Charles Bonar Sirait, presenter kondang, mengabarkan, bahwa, Kris biantoro, master of ceremony senior telah dipanggil Tuhan. ” Selamat jalan Kris biantoro, tokoh seniman nasionalis Indonesia,” kata Charles.

Di matanya, Kris biantoro, lebih dari sekedar idola, guru dan seniman. Sikap, konsistensi, warna dan caranya berkomunikasi dengan publik menunjukkan almarhum adalah tokoh nasionao yang berjiwa nasionalis. Kris, sangat menjunjung tinggi keberagaman di Indonesia. “Caranya bekomunikasinya yang cair membuat semua orang menjadi sahabatnya, teman-nya sekaligus ia tidak membeda-bedakan orang lain dari latar belakang ideologi, agama, suku, ras,” kata Charles.

Kris, kata dia, berkawan dengan semua orang. Kris juga selalu berlaku adil dan sama kepada semua orang. “Saya sangat memperhatikan hal-hal ini dari luar kehidupannya. Di mata saya Krisbiantoro adalah nasionalis tulen,” katanya.

Ia pun mengenang sepenggal kisah tentang Kris biantoro. Pada perayaan Natal, lima tahun yang lalu adalah terakhir kalinya ia bersua dengan almarhum yang kerap ia panggil Om. Menurut Charles, Kris adalah tokoh senior panutannya dalam pekerjaan sebagai pemandu acara (MC). ” Kami dipertemukan oleh Mas Putut, 5 tahun lalu dari Komunitas Wartawan Katolik di Ruang Serbaguna SMA Kanisius Menteng Jakarta Pusat dalam acara Perayaan Natal Keluarga Besar Wartawan Katolik,” tutur Charles, mengenang kembali kisah lamanya tentang Kris biantoro.
Pada saat itu, hadir musisi Mus Mudjiono, musisi saxophone, Didik SSS, dan ia sendiri, yang kala itu diminta oleh panitia acara menjadi MC. “Saya telah mengetahui Om Kris diundang dalam acara tersebut, tapi sungguh saya tidak menyangka orang yang ada di depan saya saat itu adalah idoal dan guru saya dalam bidang pembawa acara,” kata dia.

Saat itulah, kata Charles, ia lihat bobot tubuh Kris biantoro, yang segar susut, menjadi ramping. Charles mengaku terpana dengan perubahan Kris biantoro. Ia awalnya hendak bertanya. Tapi, kemudian ia ingat, pernah mendengar Kris, sedang berjuang melawan penyakit gagal ginjal selama 38 tahun terakhir.

Charles juga mengenang, saat Kris biantoro, meminta buku yang ia tulis. Ternyata itu adalah buku persembahan terakhir buat sang idola. Saat memberikan buku itu, dan ketika menjabat tangan Kris biantoro, Charles sempat mengungkapkan isi hatinya, betapa Kris adalah sosok yang ia idolakan. “Saat itu saya katakan, Omlah figur idola yang meyakinkan saya mengambil jalan hidup sebagai pembawa acara. Buku ini saya dedikasikan untuk Om, sambil saya serahkan buku The Power of Public Speaking kepada beliau,” tutur Charles.

Saat itu, Charles mengenang, Kris tersenyum dan memeluknya sambil mengatakan,

Saya senang ada anak muda yang akhirnya mau meneruskan cita-ciita dan perjuangan saya. Buku ini yang saya tunggu-tunggu” kata Charles mengutip kembali kalimat yang pernah di ucapkan Kris biantoro.

Catatan, Selasa 13 Agustus 2013 By : Agus Supriyatna / @rakeyanpalasara

Artikel Lain Menarik Di Baca:

Belum Ada Lagi Kapolri Seperti Hoegeng