Mayoritas Karyawan Akses Medsos Saat Bekerja

1138

Mayoritas Karyawan Suka Akses Media Sosial Saat Jam Kerja

Karyawan Dan Media SoCial

LebahMaster.Com – Pada bulan Mei, saya menerima kiriman informasi dari situ lowongan kerja online Jobstreet.com. Informasi yang dikirimkan, memuat hasil survei situs lowongan online itu tentang karyawan dan media sosial atau medsos.

 

Hasilnya, survei Jobstreet mencatatkan 81% karyawan di Indonesia mengakses sosial media saat bekerja.
Survei yang dilakukan JobStreet.com sendiri dilakukan pada awal bulan Mei 2015, yang dilakukan kepada 14,000 koresponden. Berdasarkan Statistica.com jumlah pengguna sosial media di Indonesia tahun 2014 adalah 66,4 juta. Pada tahun 2015 jumlah pengguna sosial media akan meningkat hingga 75,84 juta. Angka tersebut akan terus meningkat dan diperkirakan mencapai 84,5 juta pengguna di tahun 2016.

 

Fakta lain yang ditemukan dalam survei Jobstreet, sebanyak 22% karyawan di Indoneisa setidaknya memiliki 3 akun sosial media yang berbeda (Twitter, Facebook, Path, Instagram, Tumblr, YouTube, Vine, dan lain-lain. Lalu sebanyak 21% karyawan memiliki lebih dari 5 akun sosial media. Di urutan ketiga 18% karyawan mengaku punya 4 akun sosial media. Dan sejumlah 16% koresponden mengaku memiliki 2 akun sosial media.

 

Hasil survei Jobstreet juga mencatatkan sebanyak 13% karyawan mengaku memiliki 5 akun sosial media. Lalu selanjutnya ada 10% karyawan yang mengaku memiliki 1 akun sosial media. Dan hanya 1% saja yang tidak memiliki akun sosial media.

 
Namun memang, jenis sosial media kini semakin variatif, tidak hanya dapat berbagi foto, aktivitas dan pemikiran saja. Bahkan sekarang para netizen semakin mudah berbagi video dengan durasi pendek dan panjang. Hal inilah yang membuat orang semakin ingin memiliki banyak akun sosial media yang berbeda. Tentu ini akan menyita waktu kerja karyawan, karena mereka harus melihat beberapa sosial media yang dimilikinya.

 

Survei Jobstreet juga mencatatkan dalam sehari sebanyak 35% karyawan mengaku menghabiskan waktu paling tidak 2 jam untuk melihat apa yang terjadi di akun sosial media mereka. Lalu 24% koresponden lain menyatakan menggunakan sosial media 1 jam per hari. Dalam urutan ketiga sebesar 22% mengaku menghabiskan lebih dari 4 jam. Terakhir sebesar 19% karyawan menghabiskan waktu 3 jam per hari untuk membuka akun sosial media mereka.

 
Tingginya angka penguna sosial media sangat memungkinkan karyawan mencurahkan keluh kesah mereka terhadap kantor mereka. Seperti kekecewaan terhadap manajemen kantor, konflik dengan rekan kantor atau curhat mengenai atasan mereka. Hal tersebut tidak dapat dihindari menginggat karyawan dapat dengan mudah mengakses akun sosial media mereka melalui ponsel atau gadget pribadinya.
Dalam catatan Jobstreet berdasarkan hasil survei, terhitung ada 51% karyawan berkeluh kesah mengenai kantor mereka melalui sosial media dan hanya 49% dari mereka yang menyatakan tidak. Meski sebagian koresponden mengaku berkeluh kesah melalui sosial media mereka, namun tak lantas membuat mereka memisahkan akun sosial media khusus kantor dan pribadi. Hanya sebanyak 21% koresponden saja yang melakukannya.

 

Di sisi lain, sekarang ini HRD menjadikan sosial media sebagai cara jitu untuk mengetahui sikap dan perilaku calon karyawannya. Oleh Jobstreet mewanti-wanti, untuk lebih baik berhati-hati dengan apa yang hendak diunggah melalui akun sosial media. Menurut Jobstreet, pada hakikatnya teknologi diciptakan untuk membatu dan memudahkan kerja manusia, bukan untuk menceritakan keburukan perusahaan atau seseorang. Maka dari itu gunakan sosial media secara bijak karena jika tidak, itu bisa menjadi bumerang Bagi diri sendiri.

 

Baca Juga : Karyawan Di Indonesia Tak Bisa Lepas Dari Sosmed