Mengapa Attitude lebih penting dibanding IQ? Ini Penjelasannya

3611

Mengapa Attitude Lebih Penting Dibanding IQ

Sikap Attitude

Ketika kita berbicara mengenai kesuksesan, kita akan langsung berpikir bahwa mereka adalah orang yang dianugrahi otak yang pintar yang menunjang kesuksesan mereka. Namun research dari Standford University ini akan merubah pikiran kita (dan sikap kita). Seorang psikologis, Carol Dweck menghabiskan waktu dalam karirnya untuk mempelajari sikap dan performa, dan hasil pembelajarannya yang terakhir menunjukkan bahwa sikap merupakan alat untuk memprediksikan kesuksesanmu dibanding dengan IQ. Dweck juga menemukan bahwa inti dari sikap ada 2 kategori: fixed mindset atau growth mindset.

Dengan Fixed mindset, kita tahu siapa kita dan kita akan mempercayai bahwa kita tidak akan bisa berubah.Hal ini tentu saja akan menjadi masalah ketika kita merasa tertantang karena sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan yang kita harapkan dan kita tidak bisa menghadapinya karena kita berpikir bahwa hal ini merupakan diluar dari batasan kita sehingga kita merasa sangat tidak bisa melakukan apa-apa.

Orang dengan growth mindset percaya bahwa mereka bisa menjadi lebih baik dengan usaha. Walaupun mereka memiliki IQ yang rendah, karena mereka mau menghadapi tantangan, dan menyikapinya sebagai peluang untuk bisa mempelajari hal yang baru.

Menjadi hal yang sangat wajar jika kita memiliki bakat, seperti pintar misalnya akan membuat kita menjadi lebih percaya diri. Ya, memang betul, tapi hanya jika semua berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Faktor pembedanya adalah bagaimana kita menghadapi tantangan dan kegagalan. Orang dengan growth mindset menerima kegagalan itu dengan tangan terbuka.

fixed mindset atau growth mindset
Fixed mindset atau growth mindset – Foto Forbes.com

Sukses dalam kehidupan adalah bagaimana kita bisa menangani kegagalan. Untuk mencapai kegagalan dari orang-orang dengan growth mindset akan lebih seperti ini “kegagalan adalah sebuah informasi, kita menyebutnya kegagalan, tapi sebenarnya ini akan lebih menjadi “ini tidak berhasil, saya adalah seorang problem solver, jadi saya akan mencoba hal yang lainnya.”

Tidak peduli kita berada disebelah mana, kita jelas bisa merubah semua itu dan mengembangkannya menjadi growth mindset. Apa yang akan dibahas selanjutnya adalah bagaimana strategi kita agar bisa mengembangkan mindset kita dan membantu kita dalam menentukan kita agar bisa menjadi salah satu diantara orang-orang dengan growth mindset. Sumber : ForbesBersambung ke Pembahasan Bagian 2…

Penulis: Inta Destria // (facebook.com/inta.destria)