Mengejutkan! Tercatat di SIPP, Jaksa Penuntut Umum Kasus Ahok Seorang Nasrani

760
Kasus Dugaan Penistaan Agama Basuki Tjahaja Purnama Alias Ahok
Copyright © Indowarta

Lebahmaster.com – Pihak Kejaksaan Agung Beberapa Hari lalu telah mengumumkan bahwasanya Berkas kasus Perkara Terkait kasus Dugaan Penistaan Agama yang dilakukan Oleh Gubernur Non-Aktif, Basuki Tjahaja Purnama sudah lengkap (P21), Artinya semua berkas persyaratan Ahok telah memenuhi persyaratan Sidang Baik secara Formil maupun materil.

Semua berkas kasus dugaan yang menyeret Ahok telah dilimpahkan ke pengadilan Negeri Jakarta (PN) Utara yang akan menyidang kasus Ahok Tersebut.

Jaksa Penuntut Umum Dugaan Kasus Penistaan Agama Oleh Ahok
Copyright © Mahkamah Agung Republik Indonesia 2016

Berdasarkan data di SIPP Pengadilan Jakarta Utara tertera Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang akan menangani perkara Gubernur DKI Jakarta Non-Aktif Tertera Nama IREINE R KORENGKENG SE.SH.MH yang merupakan seorang Jaksa beragama nasrani. Bisa dilihat : http://bit.ly/2gZzWmQ ***

Kabar ini sudah menyebar luas diberbagai media sosial, whatsApp, BBM dan lainnya, Karena Hal tersebut sangat membuat umat islam terkejut.

mengingat kasus yang menimpa saudara Ahok ini adalah kasus yang sangatlah sensitif, maka hendaknya Pihak Kejaksaan menempatkan Jaksa Penuntut UMU (JPU) secara profesional dan Proposional, sebab pada Pundak Jaksa Penuntut Umum Kunci dari Semua perkara ini.

Jika saja dari Jaksa Penuntut Umum tidak serius melakukan Dakwaan dan Menghadirkan alat bukti, maka bisa saja Ahok akan dibebaskan demi Hukum.

Seluruh Umat Islam di Tanah Air sangat berharap kepada Jaksa penuntut Umum bisa memenuhi rasa keadilan yang selama ini diperjuangkan oleh Masyarakat sesuai dengan yurisprudensi yang selama ini berlaku.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof, Mahfud MD, menyatakan bahwa setiap kasus-kasus penistaan agama yang pernah terjadi selama ini tidak ada yang bisa lolos dari jeratan hukum, Artinya disana semua kasus yang berkaitan dengan penistaan agama pasti dihukum dan masuk penjara.

Seperti pada perbincangan di salah satu statiun TV swasta lalau, mantan Menteri Hukum dan HAM ini juga menyebutkan bahwa setidaknya ada 4 kasus penistaan agama yang semuanya akhirnya dihukum penjara. Kasus tahun 1918, Lia Eden, Mosadeq, dan kasus seorang ibu di Bali yang menghina agama Hindu.

Umat Muslim Di Indonesia akan terus mengawal jalannya proses Hukum penistaan Ayat suci Al Qur’an ini sampai benar-benar akan mendapatkan keadilan dalam penegakan Hukum.

Bahakn Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof. Din Syamsuddin, mengatakan kalau beliau akan memimpin perlawanan jika sampai Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bisa lolos dari jerat Hukum.

Pak Tito, kita bersahabat ya. Tapi kalau ini sampai lepas, saya akan memimpin perlawanan,” kata Din saat memberi sambutan di acara pembukaan rapat kerja nasional MUI di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Rabu, 23/11/2016, seperti dilansir pada laman Tempo.

Umat Muslim teruslah bersatu dalam mengawasi jalannya proses hukum kasus penistaan Agama ini, sampai keadilan benar-benar ditegakan.