Menghargai Ikhtiar Para Pahlawan Lingkungan

1297

Mari Menghargai Ikhtiar Para Pahlawan Lingkungan Kita

Pahlawan Lingkungan - KEHATI Award viii

Pahlawan – Pada 20 Januari 2015, di Kedai Tjikini digelar diskusi bertajuk, “Melihat Keanekargaman Hayati untuk Kesejahteraan Bangsa dan Menuju KEHATI Award VIII.” kebetulan saya hadir disana untuk meliput acara tersebut. Dalam diskusi itu, yang jadi salah satu pembicaranya adalah Direktur Eksekutif Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), MS Sembiring. Dalam paparannya, MS Sembiring bercerita tentang awal mula dilansirnya pemberian penghargaan KEHATI Award. Penghargaan itu sendiri menurut Sembiring adalah apresiasi dari Yayasan KEHATI terhadap ikhtiar yang dilakukan para pahlawan lingkungan.

Awal mula ide pemberian penghargaan KEHATI Award kata Sembiring muncul dari sebuah diskusi. Saat itu  pertengahan tahun 1999, Dewan Panyantun Yayasan KEHATI berkumpul untuk berdiskusi. Tema yang diskusikan tentang perlunya  sebuah event besar bagi para pelestari lingkungan. Dari  diskusi panjang itulah lahir KEHATI Award pertama yang diresmikan pada 24 November 1999 dan acara penganugerahannya dilakukan pada Januari 2000.  Dasar  pemberian penghargaan itu sendiri adalah sebuah pemahaman tentang pentingnya keanekaragaman hayati bagi umat manusia. Elemen tersebut menyimpan sumber pangan, sumber pengobatan, sumber energi dan daya dukung ekonomi, serta ilmu pengetahuan.

” Hilangnya keanekaragaman hayati, bukan hanya hilangnya plasma nutfah, punahnya spesies dan rusaknya keseimbangan ekosistem, lebih dari itu adalah hilangnya masa depan,” katanya.

Karena itulah kata dia, Yayasan KEHATI menganugerahkan penghargaan yang merupakan bentuk apresiasi tertinggi terhadap segala bentuk upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.  Sembiring berharap penghargaan itu bisa menjadi simbol bangkitnya kesadaran bangsa Indonesia, untuk bersama-sama memberikan perjuangan dan pengorbanan bagi keanekaragaman hayati sebagai asal mula kehidupan.

Tujuan dari KEHATI Award sendiri adalah untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya keanekaragaman hayati, pelestarian dan pemanfaatannya secara bijak dan berkelanjutan, serta pembagian manfaatnya yang berlandaskan keadilan,” katanya.

Tidak hanya itu saja, kata dia, penghargaan ini juga dilakukan untuk menumbuhkan dan mendorong minat seluruh komponen bangsa Indonesia untuk lebih mempedulikan, mencintai dan mengambil peran dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Selain itu diharapkan lewat ajang apresiasi ini bisa memacu semangat dan memberi penghargaan kepada mereka yang telah aktif dalam berbagai kegiatan yang menunjang pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan di bumi Indonesia.

Hanya dalam rentang beberapa bulan saja, persiapan penghargaan KEHATI Award I dilakukan. Penyebarluasan informasi mengenai KEHATI Award dilakukan melalui media massa, baik cetak dan elektronik, dan distribusi lembar informasi dan formulir pengajuan ke seluruh propinsi,” katanya.

Ketika itu kata Sembiring,  wilayah Ambon dan Aceh belum bisa terjangkau karena hambatan teknis. Informasi juga diserbaluaskan melalui surat elektronik dan jejering mitra KEHATI, baik dari kalangan lembaga swadaya masyarakat, lembaga pendidikan dan penelitian, maupun pemerintah khususnya Bapedalda.  Berkat publikasi gencar dan dukungan berbagai lembaga, hingga penutupan pendaftaran pada tanggal 31 Desember 1999, tercatat jumlah usulan masuk sebanyak 102 buah yang datang dari berbagai penjuru tanah air. Bahkan beberapa di antaranya datang dari daerah-daerah terpencil, beribu-ribu kilometer dari Jakarta. Dari jumlah tersebut, para pendaftar berasal dari beragam latar belakang perorangan maupun lembaga yang diusulkan. Seperti, peneliti dari lembaga-lembaga penelitian milik pemerintah maupun kelompok minat independen, tokoh-tokoh masyarakarat, kelompok masyarakat adat, pengusaha swasta, organisasi mahasiswa dan kepemudaan, serta kalangan rakyat biasa.

” Peraih penghargaan KEHATI Award diawali oleh Tumenggung Tarib. Dari hanya 1 pemenang saja di tahun 2000, KEHATI Award di tahun 2001 mulai berkembang dengan memberikan penghargaan pada 5 kategori yaitu Prakarsa Lestari Kehati pada perorangan atau kelompok, Pendorong Lestari Kehati pada badan pelayanan publik atau pemerintah, Peduli Lestari Kehati pada dunia usaha, Cipta Lestari Kehati pada ilmuwan atau akademisi, dan Citra Lestari Kehati pada media massa atau pekerja seni dan budaya,” tuturnya.

Sembiring melanjutkan, tidak berhenti pada lima kategori itu saja, setelah diadakan sebanyak lima kali yaitu di tahun 2000, 2001, 2002, 2004, dan 2006, pihaknya  kemudian menambahkan satu kategori lagi pada penghargaan di tahun 2009, yaitu kategori Tunas Lestari Kehati. Penambahan kategori itu untuk mengapresiasi peran generasi muda pada pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Pemenang pertama untuk Tunas Lestari Kehati adalah Adeline Suwana yang aktif melakukan konservasi mangrove dan kampanye lingkungan dengan organisasinya, Sahabat Alam.

Diungkapkannya, sejak tahun 2000 hingga 2012, KEHATI Award telah dilaksanakan sebanyak 7 kali. Sudah sebanyak 29 peraih penghargaan tersebut. Mereka adalah harapan dan inspirasi bagi pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati di Indonesia.

Menurut Sembiring dari potret dua penerima penghargaan KEHATI Award tersebut, apresiasi dalam bentuk award masih memiliki peranan penting untuk mendorong gerakan perbaikan lingkungan. Ternyata, pemberian penghargaan mampu memberikan akses pada masyarakat di daerah-daerah yang tidak tertangkap mata banyak orang menjadi terlihat dan mendapatkan pengakuan.

Ia mencontohkan apa yang dialami Maria Loretha yang berada di desa Adonara. Adonara adalah sebuah desa yang jauh dari pusat pemerintahan. Bahkan desa ini kurang memiliki akses terhadap informasi. Tapi meski berada jauh dari mata pengambil keputusan, Maria tetap berusaha untuk memberdayakan pangan lokal. Maria punya tekad masyarakat di desanya tidak tergantung pada beras dan mampu menghadapi perubahan iklim.

Nah kerja keras para pahlawan lingkungan itu mampu memberikan inspirasi”, kata Sembiring.

Melalui inspirasi ini ujar Sembiring,  diharapkan akan muncul replikasi terhadap pemberdayaan pangan lokal di daerah lain. Ajang penghargaan juga memberikan contoh nyata bagi masyarakat bahwa sebuah upaya perbaikan lingkungan mampu dilakukan diberbagai tempat di Indonesia ini. Untuk tahun 2015, Yayasan KEHATI kembali akan menggelar  event KEHATI Award VIII. Kali ini tema yang diangkat adalah keanekaragaman hayati untuk kesejahteraan bangsa. Seperti diketahui, kata Sembiring,  keanekaragaman hayati memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Kekayaan yang menjadi potensi besar Indonesia tersebut menyimpan beragam sumber pangan, sumber energi alternatif, sumber obatan-obatan alami, dan jika dijaga dengan baik maka akan ikut menjaga ketersediaan air.

Melalui KEHATI Award VIII ini, kata dia,  Yayasan KEHATI ingin terus mengingatkan setiap elemen masyarakat untuk memberikan perhatian pada keberlanjutan keanekaragaman hayati di Indonesia. Sebab hilangnya keanekaragaman hayati karena kesalahaan pengelolaan justru akan merugikan masyarakat di sekitarnya. “Semoga dengan adanya KEHATI Award, masyarakat bisa menjadi bagian dalam pelestarian keanekaragama hayati,” katanya.

Baca Juga : Kisah Dua Wanita Hebat Indonesia