Mengharukan, RA Kartini Meninggal Dipelukan Sang Suami

1050

RA Kartini Meninggal Dipelukan Sang Suami

Lebahmaster.Com – Raden Ajeng Kartini atau biasa dikenal RA Kartini, meninggal dalam usia muda. Ia meninggal usai melahirkan putra semata wayangnya Raden Mas Soesalit.

Kelak, sang putra bakal jadi jenderal, setelah masuk tentara. Soesalit, pernah menyandang dua bintang dipundaknya, atau berpangkat Mayor Jenderal. Sayang kemudian, karena ada program reorganisasi di tubuh tentara, putra Kartini mesti turun pangkat dari Mayjen menjadi Kolonel. Mayor Jenderal Soesalit, dikenal dekat dengan Bung Karno. Bahkan, Bung Karno menyebut Soesalit adalah salah satu jenderal kesayangannya.

Kembali ke cerita RA Kartini meninggal. Di bantu Van Ravesteijn, dokter berkebangsaan Belanda dari Pati, Kartini akhirnya bisa melahirkan putra pertama dan satu-satunya, Soesalit. Sang dokter datang dari Pati yang jaraknya 35 kilometer dari Rembang. Ravesteijn sendiri baru datang, esok harinya. Padahal Kartini, sudah mengalami kontraksi sehari sebelumnya.

Saat Kartini mulai merasa mulas hendak melahirkan, dokter Bouman awalnya yang dipanggil. Dia dokter langganan Kartini. Tapi, sang dokter ternyata sedang tak ada di tempat. Akhirnya sang suami memutuskan memanggil Ravesteijn yang tinggal 35 kilometer dari Rembang.

Namun empat malam setelah Kartini melahirkan, kondisi kesehatan Putri Jepara itu memburuk. Perut Kartini bermasalah. Sang suami Djojoadiningrat yang juga Bupati Rembang, kemudian kembali memanggil Van Ravesteijn, dokter yang membantu persalinan Kartini.

Setelah datang, Ravesteijn memberi obat. Tapi kondisi kesehatan Kartini terus memburuk. Dan, cerita yang dramatis dibalik meninggalnya Kartini pun terjadi. Di atas dipan kayu jati, Djojoadiningrat mendekap erat sang istri. Dalam pelukan sang suami, Putri Jepara itu akhirnya menutup mata untuk selamanya.

Dia meninggal dalam pelukan saya,” kata Djojoadiningrat.

Cerita itu saya baca di Majalah Tempo edisi 28 April 2013. Di edisi itu, Tempo menurunkan edisi khususnya tentang RA Kartini. Setelah membaca itu saya tercenung. Saya membayangkan, betapa hancur leburnya perasaan Djojoadiningrat saat istri tercintanya terkulai tak lagi bernyawa. Sang istri meninggal di usia yang masih muda, 25 tahun. (Agus.S)

Baca Juga: Putra RA Kartini, Ternyata Jenderal Kesayangan Bung Karno