Merah Putih Berkibar Bebas Di palestina Pada hari Peringatan Kemerdekaan RI Ke-71

1154

Lebahmaster.com – Masih belum terlambat untuk kembali menyampaikan ungkapan rasa haru dan bangga atas keberhasilan bangsa ini meraih kemerdekaan. namun semakin menambah rasa haru ketika melihat dan mendengar kabar bahwa Sang Merah Putih kebanggaan negara Indonesia berkibar bebas di negeri yang selama ini selalu terusik, hilang ketenangan akibat perang yang tak kunjung henti.

Bendera merah Putih Berkibar Di Gaza palestina
Palestina, negara yang bisa dibilang setiap detik berlalu suara tembakan dan letusan bom menjadi suara yang seolah – olah sudah menjadi teman hidup rakyat disana. akan tetapi kondisi tersebut tidak membuat mereka lalu berputus asa dan tidak memperhatikan ada apa di negara luar termasuk indonesia, bahkan mereka tak luput untuk turut berbangga atas kemerdekaan indonesia, hal itu mereka ungkapkan dengan turut memperingati hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-71, 17 Agustus 2016.

 
bertepatan dengan HUT RI ke 71 beberapa hari lalu, jurnalis asal indonesia yang sedang bermukin di Gaza Palestina,Abdillah Onim sempat mendokumentasikan kemeriahan acara peringatan kemerdekaan Indonesia yang dilakukan oleh Warga Gaza Palestina, tergabung sebagai hafidz dan hafidzoh anak-anak Gaza santri Daarul Qur’an Nusantara cabang Gaza Palestina yang berjumlah kurang lebih 200 orang turut hadir dalam acara tersebut.

 
Bertepatan dengan Hari Ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke 71, muslimin Palestina di Jalur Gaza ikut merayakan HUT RI ke 71 di Kota Asda Khan Yunis Gaza Selatan” isi status Abdillah Onim di akun facebook pribadinya, kamis(18/8/2016). Disertai dengan beberapa foto hasil dokumentasinya.

 
Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-71 oleh warga gaza palestina kala itu juga dimeriahkan oleh group drum band yang dibawakan oleh santri gaza, kemudian prosesi pengibaran bendera Merah Putih di iringi dengan menyanyikan lagu kebangsaan kemudian lagu kebangsaan palestina, Walau beberapa kali sempat terjadi mati listrik dan harus menggunakan jenset karena memang kondisi palestina sedang krisis listrik, namun hal tersebut tak menyurutkan niat baik mereka untuk memeriahkan acara peringatan Hut RI 71.

 
Pembimbing Santriawan Gaza dalam sambutannya menyampaikan bahwa : “Harus disyukuri atas Kemerdekaan yang telah diraih oleh rakyat Indonesia, kami rakyat Palestina menyampaikan selamat atas kemerdekaannya, insha Allah kami rakyat Palestina akan meraih kemerdekaan, bebas dari penjajahan agar suatu saat kita bisa sholat bersama di Masjid Alaqsa, Aamiin”.

 
Alasan lain mereka turut memeriahkan Hari kemerdekaan RI ke-71 agar terus termotivasi dan selalu menjaga semangat mereka untuk memperjuangkan hak Rakyat palestina meraih kemerdekaan.

Bendera merah Putih Berkibar Di Gaza palestina Peringatan Kemerdekaan Indonesia
Sekedar untuk diketahui bahwasanya dalam perjalanan sejarah Indonesia meraih dan memproklamirkan kemerdekaan, dulunya Kaum muslimin palestina sudah sejak awal kemerdekaan indonesia memberikan pengakuan serta mendukung kemerdekaan indonesia. kala itu, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, selaku Mufti besar Palestina sempat menyampaikan secara terbuka melalui radio yang juga kemudian mendatangi Penguasa mesir Raja Farouk agar mengakui kemerdekaan Indonesia yang baru diproklamirkan Oleh Alm. Ir. Soekarno.

 
Tidak hanya sapai disitu saja dukungan palestina terhadap kemerdekaan indonesia. Bahkan waktu itu, seorang saudagar kaya Palestina, Muhammad Ali Taher, secara spontan beliau menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia untuk diberikan kepada M. Zein Hassan (Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia). Semua uangnya yang tersimpan di bank itu ditarik dan kemudian memberikannya kepada ketua Panitia Pusat secara cuma – cuma tanpa meminta adanya tanda bukti penerimaan.

 
“Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia!”
(Demikian tertulis dalam buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri”, hal 247).

 
Semoga tidak hanya mereka yang memperhatikan Indonesia dengan bangga mengibarkan sang merah putih secara bebas disana walau ditengah polemik perang yang selalu mengusik ketenangan mereka, walau mereka tak berharap secara terus terang Indonesia turut membantu meringankan beban baik materil maupun do’a dan tenaga, tapi setidaknya itu cukuplah menjadi teguran hati seluruh rakyat indonesia untuk membuka mata atas penderitaan suara saudari kita di Tanah Palestina.