Negara Jangan Tertipu Siasat Licik Freeport

1184

Kondisi Freeport saat ini

Lebahmaster.com, Freeport – Pemerintah wajib waspada dengan rencana divestasi saham Freeport. Jangan sampai divestasi saham tersebut hanya akan memperkaya Freeport dan merugikan negara.

 

Sebagaimana kita ketahui bahwa Kontrak Karya Freeport tahap II mewajibkan adanya divestasi saham hingga 51% kepihak nasional, dan baru baru ini Freeport menawarkan divestasi saham sebesar sekitar 10% kepada negara yang belum diputuskan akan diambil atau tidak oleh negara,” tutur Direktur Energi Watch, Ferdinand Hutahaean, di Jakarta Senin, 19 Oktober 2015.

 

Menurut Ferdinand, isu divestasi ini harus sangat hati hati, karena bisa memperkaya Freeport dan tidak menguntungkan bagi pemerintah atau negara. Pasalnya divestasi yang ditawarkan cuma 10%. Dengan demikian mayoritas saham Freeport masih akan dimiliki oleh Mc Moran. Maka dengan mayoritas saham tersebut, manajemen masih dipegang penuh oleh Mc Moran. Dan keputusan tentang pembagian deviden masih menjadi hak Mc Moran.

 

Kita tahu sudah 4 tahun Freeport tidak memberikan deviden atas 9% saham pemerintah dengan alasan akan investasi kembali,” katanya.

 

Nah ini kata Ferdinand, harus jadi pelajaran penting bagi pemerintah. Jangan sampai nanti setelah divestasi dilakukan, pemerintah beli saham tersebut tapi setiap tahun deviden tidak diberikan. Ini tentu hanya akan memperkaya Freeport karena tidak perlu mengeluarkan investasi besar tapi menggunakan dana hasil divestasi saham dan deviden tidak diberikan. Ini sangat berbahaya. Jadi kalau mau divestasi sebaiknya divestasi langsung hingga 51% sehingga Indonesia jadi mayoritas dan bisa mengatur manajemen. Ini supaya tidak buang buang uang negara.

 

Pemerintah harus waspada terhadap cara cara licik Freeport dalam divestasi ini,” kata Ferdinand.

 

Note : sebagai masyarakat ini juga bisa menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua, agar tidak begitu mudah menyerahkan lahan ataupun aset kekayaan alam yang ada di wilayah kita sendiri tanpa berpikir jauh kedepan akan seperti apa nasib kita dan dampak apa yang akan terjadi.

 

saat ini mungkin kita masih mudah dan bisa bangga dengan kekayaan alam kita, tapi bagaimana nanti dimasa mendatang dengan anak keturunan kita. apakah bisa menjamin mereka bisa bahagia dan masih menjumpai kekayaan alam yang ada. By. Agus.S

 

Baca Juga : Soal Reshuffle, Banteng Menyerahkan Sepenuhnya Pada Presiden