Nekad Bener, Iran Merilis Film Nabi Muhammad, Messenger Of God

1774

Film Nabi Muhammad Messenger Of God IranFilm Nabi Muhammad,Iran – Belum lama berlalu kasus Kontroversi Film ” The Message (1976). Sutradara Suriah, yang di garap oleh Moustapha al-Akkad” dan serta kasus Kartun Nabi Muhammad yang dipublikasikan di surat kabar Denmark pada 2005 yang menimbulkan protes dan mengakibatkan banyak orang meninggal, Karena adanya penyerangan ke kedutaan, serta pemboikotan. Kini kembali Film dengan Tema yang sangat disaring ketat oleh Umat Muslim Seluruh dunia di keluarkan oleh Iran, Film Nabi Muhammad yang telah di rilis, Kamis ( 27/8) ini. Menghabiskan butjet sebesar US$40 Juta setara dengan Rp 560 Miliar.

Dengan Butjet sebesar itu kabarnya film Nabi Muhammad yang disutradarai Peraih Nominasi Oscar, Majid Majidi. Berhasil memecahkan Rekor Film yang pernah ada di negara Iran menjadi film termahal yang pernah ada disana.

Film yang di sponsori oleh iran ini diberi Judul, Muhammad, Messenger OF God. Dalam film ini Memang wajah Nabi Muhammad tidak sama sekali ditampakan, tapi, ada sedikit yang menjadi kontroversi yakni adanya peran anak kecil yang sedang bermain dan itu di ibaratkan sebagai sosok Nabi Muhammad semasa Kecil, penampakan anak kecil tersebut hanya diperlihatkan dari belakangnya saja dan tidak ada penjelasan siapa actor yang berperan sebagai anak kecil tersebut.
Film yang berdurasi selama kurang lebih 171 Menit ini, menurut penjelasan dari sang sutradara, fokus mengisahkan tentang kehidupan Nabi Muhammad di masa kecil.

Saya membuat film ini untuk memerangi gelombang baru Islamofobia di dunia Barat. Interpretasi Barat atas Islam adalah penuh kejahatan dan terorisme,” ujar Majidi saat diwawancara Hezbollah Line, majalah konservatif di kalangan Iran terkait tujuannya membuat film Nabi Nabi Muhammad ini.

Entah Nekat atau apa majidi tetap berani membuat Film Nabi Muhammad ini, mengutip dari Routers, saat ini yang baru tidak menyetujui tayangnya film Nabi Muhammad produksi iran ini adalah Kelompok dari Universitas Al – Azhar di Mesir, mereka meminta dan melarang agar Film tersebut tidak di tayangkan lanjut.

Masalahnya sudah jelas. Syariah melarang mewujdkan Nabi,” ujar Profesor Abdel Fattah Alawari, dekan Fakultas Teologi Islam di Al-Azhar. “Itu berkaitan dengan kehidupan sang aktor yang memerankan Muhammad. Di kehidupan nyata, bisa saja ia pemabuk atau pemain perempuan. “Itu tidak bisa diterima,” katanya.

Sementara dari Pihak Arab Saudi dan Umat Muslim Lainnya di penjuru dunia selain Al – Azhar University sampai saat ini masih belum memberikan tanggapan terhadap film Nabi Muhammad Yang baru saja di rilis di Iran ini.

Baca Juga : Kingdom Tower Akan Menjadi Menara Tertinggi Di Dunia