‎Enaknya Ngobrol dengan Mendagri Via Group BBM

1147

Blackberry-Messenger-Group

Ngobrol Dengan Mendagri Via Group BBM – Tulisan ini, sebenarnya cerita agak lawas, terlewat beberapa bulan ke belakang. Kala itu, 23 Juni 2015, saat petang mulai meremang, grup wartawan yang biasa ngepos liputan di Kementerian Dalam Negeri, tengah ramai memperbincangkan rencana pergantian sejumlah Direktur Jenderal di Kementerian Dalam Negeri. Group wartawan itu sendiri dibentuk oleh inisiatif para kuli tinta yang biasa meliput di Kementerian Dalam Negeri. Lewat layanan blackberry messenger, para kuli tinta saling sharing informasi, bahkan sekedar ngobrol ngalor ngidul di grul wartawan tersebut. Dan yang istimewa, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, bersedia ikut masuk sebagai anggota group. Maka tambah ramainya pembicaraan di group, karena menteri ikut nimbrung.

Sore itu, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo via group wartawan di BBM, mengungkapkan, bahwa akan ada pergeseran besar-besaran jajaran pejabat di Kementerian Dalam Negeri. Bahkan, pergeseran posisi pejabat mencapai 70 persen. Direncanakan pekan depan akan dilantik 11 pejabat eselon I baru di Kementerian Dalam Negeri.

Dalam minggu depan akan ada pelantikan sebelas pejabat eselon I yang  diganti atau bergeser posisi,” kata Tjahjo, ketika itu.

Menurut Tjahjo, pergantian atau pergeseran pejabat eselon I,  berdasarkan hasil tes terbuka dan hasil sidang Tim Penilai Akhir yang telah dilaksanakan sebelumnya. Bahkan kata mantan Sekretaris Jenderal PDIP itu,  Keputusan Presiden tekait itu sudah keluar.

Agustus ada tes 5 orang untuk menduduki jabatan eselon I, mengingat  akhir tahun ada yang sudah pensiun,” katanya.

Ditambahkannya, ia memberlakukan evaluasi jabatan maksimal 2 tahun. Artinya, setiap dua tahun kerja, jabatan dari pejabat bersangkutan akan dievaluasi.

Untuk eselon II, III, IV, setidaknya berganti nama mencapai 70 persen,” katanya.

Pejabat-pejabat baru yang akan dilantik itu, kata Tjaho akan mengisi kursi Dirjen Otonomi Daerah, Dirjen Kesbangpol, Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil, Dirjen Tata Bina Desa, Irjen dan lima Staf Ahli.

Agustus 2015 akan dilakukan test terbuka untuk 5 posisi nama Dirjen baru dan  3 orang  deputi BNPP,” kata Tjahjo.

Informasi pergantian pejabat di Kemendagri yang diungkapkan Mendagri pun jadi bahan tebak-tebakan para wartawan yang kerap meliput di kementerian tersebut. Maka group wartawan pun jadi ramai dengan obrolan seputar pergantian pejabat di Kemendagri. Salah seorang wartawan Kompas, Anton yang sering meliput di kementerian itu, dengan hakul yakin memprediksikan bahwa Soni Soemarsono yang sekarang menjabat salah satu deputi di BNPB, bakal duduk sebagai Dirjen Otda.

Soni Soemarsono Dirjen Otda. Udah pasti itu,” katanya.

Anton pun sangat yakin dengan prediksinya. Beberapa wartawan menggodanya, Anton adalah salah satu ‘staf khusus’ di Kemendagri.

Wah….Pak Anton sudah dapat bocoran namanya nih,” kata Arjuna, salah satu wartawan cukup ‘karatan’ di Kemendagri.

Beberapa wartawan penasaran, dan coba menebak-nebak. Mereka pun ramai-ramai meminta penjelasan kepada Menteri Dalam Negeri. Menteri Tjahjo sendiri enggan menjawab dengan jelas siapa saja nama-nama yang akan jadi Dirjen baru di kementerian yang dipimpinnya. Kata Tjahjo, pergantian itu penyegaran saja. Semua pejabat eselon I, II dan III sekarang ini bekerja dengan baik.

Semoga dengan komposisi baru semakin meningkat kinerjanya,” katanya.

Setelah didesak, akhirnya Menteri Tjahjo mau juga membuka nama Dirjen yang akan diganti. Katanya, salah satu Dirjen yang akan diganti itu adalah Irman, yang saat ini menjabat sebagai Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil.

Ya, Pak Irman diganti. Plt Dirjen Otda Pak Susilo tidak ikut tes.  Pak Hendro Plt Dirjen Kesbangpol, gagal lolos tes,” kata Tjahjo. 

Ternyata, ngobrol via grup, bersama menteri pula, sangat enak. Setidaknya bagi para pemburu berita, mereka tak usah repot-repot harus mengejar langsung Tjahjo Kumolo, sekedar untuk meminta tanggapannya. Cukup bertanya via group BBM, Mendagri akan langsung menjawab. Bahkan, tanya jawab dengan Mendagri tak kenal waktu. Bisa tengah malam. grup masih ramai dengan obrolan, yang acapkali juga melibatkan Mendagri. Sehingga pagi hari, para wartawan pun sudah punya tabungan berita.