Oplosan Vodka Tewaskan 21 Mahasiswa Di Yogyakarta

1023

Oplosan Vodka

Yogyakarta – Oplosan Vodka menjadi akhir dari kehidupan puluhan Mahasiswa di Jogja, menurut informasi yang kami lansir dari laman deliknews, sampai sabtu Sore (6/2) Vodka yang di oplos dengan Arak telah merengut nyawa 21 orang Mahasiwa yang di dominasi oleh Mahasiswa yang berasal dari Luar Jogja.

Dari 21 Korban tewas akibat meneguk oplosan Vodka dicampur Arak, 12 diantaranya berasal dari luar pulau yang tinggal di beberapa asrama dearah Asal mereka. sementara enam korban lainnya berasal dari warga kota jogja dan tiga diantara berasal dari Sleman.

Identitas Daerah asal Korban diketahui beberapa diantaranya berasal dari Bengkulu, Medan, Maluku, Maluku Utara dan Papua. saat ini beberapa Korban ada yang masih dirawat di RS Sardjito, RS Hidayatullah, PKU Muhammadiyah, dan PKU Gamping.

Kopilisan Jogja sudah melakukan pengiriman sisa Miras yang dikonsumsi oleh para korban ke Labfor Semarang untuk menyelidiki secara detail ada zat apa yang menyebabkan kematian dari beberapa korban opolsan tersebut.

Sebelum kejadian yang telah menewaskan beberapa Mahasiswa ini, Pihak Satreskrim Polres Sleman menangkap Sasongko, 45, warga Dusun Ambrukmo, Caturtunggal, Depok, Sleman dan istrinya Sori Badriyah, 42, Jumat (5/2). Hingga Jumat (5/2) kemarin, pasutri ini menjual racikan miras yang menewaskan 13 orang.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar menegaskan bertambahnya korban tewas akibat miras, dari yang awalnya korban hanya berjumlah 15 kini bertambah menjadi 21 orang. Selain itu, masih ada 25 orang yang dirawat di rumah sakit, beberapa diantaranya dalam kondisi sangat kritis.

Diketahui Juga bahwasanya Para korban, telah menenggak Oplosan miras maut tersebut antara tanggal 2-4 Februari 2016 di lokasi yang berbeda – beda.

Para Korban Oplosan Vodka rata-rata mengeluhkan mual, pusing, hingga pandangan kabur. Dari 21 korban tewas, 19 diantaranya mengonsumsi miras dari tersangka Sasongko. “Rata-rata mahasiswa ada yang wanita juga,” ungkap Sepuh, Sabtu (6/2).

Itulah kejadian yang sangat disayangkan sekali terjadi, memang tidak bisa disesali apa yang telah terjadi, setidaknya ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. untuk mendapatkan kesenangan kita tidak harus melakukan hal – hal yang sangat tidak wajar bahkan merengut nywa sendiri. kebahagiaan dari hati pribadi kita bagaimana menatap kehidupan ini bukan dengan menikmati Oplosan yang tidak diperbolehkan.