Partai Hanura Resmi Pecat Dewie Yasin Limpo

1025

Partai Hanura Resmi Pecat Dewie Yasin Limpo

Lebahmaster.com, Jakarta – Partai Hanura resmi memecat anggotanya, Dewie Yasin Limpo, yang tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, karena terlibat kasus suap pada proyek  Pembangkit Listrik di Papua senilai Sin$177.700 atau sekitar Rp1,7 miliar.

 

Waketum  partai Hanura yang juga Ketua Fraksi Hanura di DPR, Nurdin Tampubolon memberikan keterangan pers di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2015). Partai Hanura memecat Dewie Yasin Limpo yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus suap pembahasan anggaran tahun 2016 untuk proyek pembangkit listrik di Kabupaten Deiyai, Papua.

 

Keputusan pemecatan ini diambil karena Dewie sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap terkait proyek pembangkit listrik tenaga micro-hydro di Kabupaten Deiyai, Papua, dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016.

 

Sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai, DPP Partai Hanura memberhentikan Dewie Yasin Limpo dari keanggotaan partai dan jabatan kepengurusan DPP, diikuti dengan pemberhentian dari keanggotaan di DPR RI,” kata Ketua Fraksi Hanura Nurdin Tampubolon dalam jumpa pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (23/10/2015).

 

Nurdin berharap, dengan pemecatan ini, publik dapat melihat bahwa perbuatan yang dilakukan Dewie adalah perbuatan pribadi dan tidak ada hubungannya dengan partai.

 

Nurdin menegaskan, Partai Hanura tidak akan memberikan bantuan hukum terhadap Dewie.

 

Kalau partai menyediakan bantuan hukum, seolah-olah ini ada keterkaitan antara korupsinya dan partai,” ucapnya.

 

Nurdin mengatakan, selanjutnya Hanura menyerahkan hal ini sepenuhnya kepada KPK. Hanura akan mendukung segala upaya KPK untuk memberantas korupsi, termasuk dalam kasus yang melibatkan Dewie.

 

Dalam kasus ini, sebelumnya Dewie  membantah kalau dirinya  terlibat dalam kasus suap.

 

Saya buktikan bila saya tidak pernah melihat uang itu. Mendengar saja belum,” ujar Dewie, sebelum masuk ke mobil tahanan, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis dini hari.

 

Selain Dewie, KPK juga menetapkan pengusaha bernama Setiadi, Devianto selaku ajudan Setiadi, sekretaris pribadi Dewie bernama Rinelda Bandaso, anggota staf ahli Dewie bernama Bambang Wahyu Hadi, serta Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Papua Iranius sebagai tersangka.

 

KPK menangkap Setiadi, Devianto, Iranius, dan Rinelda di sebuah restoran di kawasan Kelapa Gading seusai melakukan transaksi. Di lokasi, KPK menyita uang sebesar 177.700 dollar Singapura yang dibungkus dalam kemasan makanan ringan.

 

KPK juga mengamankan sejumlah dokumen dan telepon genggam di lokasi tersebut.

 

Dalam Kasus ini Dewie sebagai tersangka yang resmi Dipecat dari Partai Hanura karena dianggap sudah melakukan tidakan yang tidak sesuai dengan hati Nurani, Dewie yasin limpo terjerat kasus pelanggaran yang tertuang dalam Pasal 12 huruf a, huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

Semakin parah keadaan negeri bahkan mereka yang berkecimpung dalam nama yang mengatasnamakan diri sebagai penggerak kemajuan dengan hati Nurani-pun justru melakukan hal yang sangat jauh dari nilai hati nurani yang terpuji.