Penerapan ‘Hybrid Cloud’ di Perusahaan Asia Pasifik Kian Ngetren

1278
Penerapan Hybrid Cloud di Perusahaan Asia Pasifik
Penerapan ‘Hybrid Cloud’ di Perusahaan Asia Pasifik Kian Ngetren

LebahMaster.Com – F5 Networks mengumumkan hasil temuan dari survei ‘The State of Application Delivery in APAC 2015’, yang baru-baru ini dilaksanakan oleh perusahaan. Survei tersebut mengungkap bahwa berbagai macam aplikasi perusahaan kini mulai dipindahkan ke cloud, seiring dengan kian banyaknya perusahaan yang menganut filosofi “cloud-first”. Survei yang diikuti 3.266 responden – terdiri dari para pembuat keputusan dalam bidang IT di wilayah Asia Pasifik) – ini juga menggali informasi mengenai application service yang sudah dan akan mereka terapkan di dalam sistem IT perusahaan mereka.

Lebih lanjut lagi, studi tersebut mengungkap bahwa penggunaan aplikasi di perusahaan di wilayah Asia Pasifik semakin populer, dan tren ini tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Hampir separuh responden (45 persen) kini menjalankan 1-200 aplikasi, sementara 10 persen dari responden telah menjalankan lebih dari 3.000 aplikasi di dalam perusahaan. Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa setidaknya 41 persen pengambil keputusan di bidang IT perusahaan mengatakan bahwa hampir seperempat (24 persen) dari jumlah aplikasi yang terdapat di sistem perusahaan mereka saat ini sedang dipertimbangkan untuk dipindah ke cloud pada tahun 2016 mendatang. Sementara hampir seperempat dari responden lainnya mengatakan bahwa 25 -50 persen aplikasi akan dipindahkan ke cloud pada tahun 2016.

 ” Seiring dengan semakin krusialnya peran aplikasi di dalam strategi bisnis, perusahaan menginginkan penerapan berbasis cloud mereka sebaik atau bahkan lebih dari dari model penerapan sebelumnya (on-premise),” kata Emmanuel Bonnassie, Senior Vice President, Asia Pacific, F5 Networks, dalam siaran persnya yang diterima via surat elektronik, kemarin.

Menurut Emmanuel, hal ini disebabkan oleh tingginya tingkat ketergantungan perusahaan pada aplikasi untuk mendorong keterlibatan konsumen, produktivitas karyawan, hingga pendapatan mereka. Maka, melihat peran aplikasi yang semakin krusial di dalam strategi bisnis, semakin banyak perusahaan berusaha meyakinkan diri mereka untuk mempercayakan cloud sebagai basis penerapan aplikasi selayaknya on-premise.

Lanjut Emmanuel, faktanya, tingkat ketergantungan perusahaan terhadap aplikasi untuk mendorong keterlibatan konsumen, produktivitas karyawan, hingga pendapatan mereka semakin meningkat. Survei yang dilakukan F5 baru-baru ini mengungkap bahwa responden melihat ‘mobile applications’ dan ‘big data analytics’ merupakan tren yang lebih berpengaruh terhadap strategi perusahaan mereka ketimbang ‘Internet of Things’. Selain itu, survei juga mengungkap meningkatnya adopsi penerapan ekosistem hybrid yang mengkombinasikan berbagai solusi offline dan online di kalangan perusahaan di wilayah Asia Pasifik.”

Tapi kata Emmanuel, meskipun popularitas hybrid cloud meningkat, 29 persen responden menganggap tingkat adopsinya masih lambat. Hal ini disebabkan karena ketidakmampuan mereka dalam mengenali pengaturan pengelolaan identitas dan akses yang komprehensif. Lebih lanjut, 35 persen responden mengakui bahwa mereka minim pemahaman untuk tahu kapan saat yang tepat untuk menerapkan cloud publik ataupun privat. Hal lain yang juga turut diungkap dalam survei adalah keamanan menjadi prioritas utama bagi perusahaan di wilayah Asia Pasifik dalam menerapkan cloud di perusahaan. Keamanan bahkan melampaui pentingnya ketersediaan dan kinerja aplikasi. Faktanya, 42 persen responden percaya bahwa keamanan merupakan kekhawatiran utama perusahaan ketika menerapkan aplikasi.

Namun yang mengkhawatirkan adalah lebih dari seperempat responden belum memiliki rencana untuk menerapkan application service ‘DDoS protection’,” katanya.

Dari temuan tersebut, kata Emmanuel lagi, dapat disimpulkan banyak perusahaan di wilayah Asia Pasifik yang masih belum dapat mengenali jenis serangan yang secara signifikan dapat mengancam jalannya bisnis mereka, karena DDoS merupakan serangan yang mengeksploitasi aplikasi melalui identitas atau akses.