Pengertian Franchise | Semua Hal Tentang Franchise

Pengertian Franchise

Pengertian Franchise – Sebagai salah seorang pelaku bisnis Franchise, istilah Franchise adalah salah satu istilah yang sangat sering saya dengan di kantor. Kami memiliki brand kuliner yang saat ini dikembangkan dengan sistem franchise. Bagi para franchisor maupun franchisee tentu memahami pengertian franchise adalah salah satu kewajiban yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Karena dengan memahami sesuatu, kita akan lebih mudah dalam pelaksanaanya. Di tengahnya banyaknya kasus gagalnya bisnis franchise, salah satu penyebabnya menurut saya adalah tidak paham tentang apa itu franchise

Loading...

Dalam tulisan yang panjang ini, saya ingin sampaikan di awal, ada beberapa yang akan saya jelaskan dalam tulisan saat ini

  1. Istilah Penting Dalam Franchise
  2. Pengertian Franchise
  3. Pengertian Franchise Menurut Para Ahli
  4. Sejarah Franchise
  5. Perkembangan Franchise
  6. Jenis-jenis Franchise
  7. Tips Berbisnis Franchise Bagi Franchisee
  8. Tips Berbisnis Franchise Bagi Franchisor

Langsung saja ya..

Menurut saya, Anda harus paham beberapa istilah penting dalam bisnis franchise karena ke depan dalam tulisan yang cukup panjang ini saya akan menggunakan istilah tersebut. Oleh karenanya, bagian ini saya letakkan di awal tulisan

Istilah Penting Dalam Franchise

Ada cukup banyak istilah yang ada dalam dunia franchise. Namun, secara mendasar, ada tiga istilah yang sepertinya akan Anda temui hampir di setiap sistem franchise

1. Franchisor

Franchisor atau perawalaba adalah sebuah badan usaha, atau bisa juga perorangan, yang memberikan hak kepada pihak lain untuk menggunakan dan atau memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual, atau suatu penemuan, atau sebuah ciri khas atas usaha yang dimilikinya

2. Franchisee

Franchisee atau penerima waralaba adalah sebuah badan usaha, atau bisa juga perorangan, yang diberikan hak kepada pihak lain untuk menggunakan dan atau memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual, atau suatu penemuan, atau sebuah ciri khas atas usaha yang dimilikinya

Jadi franchisor adalah pemilik yang MEMBERIKAN, sedangkan franchisee adalah badan usaha atau perorangan yang DIBERIKAN

3. Franchise Fee

Hampir setiap sistem kerjasama franchise pasti memiliki harga atau biaya yang harus dibayarkan atau penggunaan hak kekayaan intelektual, penemuan, hingga ciri khas terhadap usaha tertentu. Nah, biasanya singkatnya dikenal dengan istilah “Franchise Fee”. Franchise Fee ini bisa dikeluarkan di awal atau di muka, sebelum kerjasama berlangsung atau bisa juga secara berkala selama masa penggunaan atau pemanfaatan. Bahkan bisa juga di keduanya. Biaya di muka dan biaya berkala selama masa penggunaaan atau pemanfaatan

Baik, lanjut

Pengertian Franchise

Apa itu franchise?

Secara singkat, franchise adalah hak atas penggunaan kekayaan intelektual atau ciri khas usaha pihak lain. Jika Anda punya ciri khas usaha yang secara legal telah Anda punya, maka orang bisa menggunakan atau memanfaatkannya sesuai prosedur yang sudah Anda tentukan.

Saya memiliki brand kuliner A yang sudah saya daftarkan hak mereknya sehingga jika orang ingin menggunakan brand kuliner A tersebut, orang harus melakukan kerjasama franchise kepada saya. Kira-kira seperti itu

BACA JUGA : DIRECT MARKETING? BERIKUT PENJELASAN LENGKAPNYA

Pengertian franchise menurut para ahli

Asosiasi Franchise Indonesia (AFI)

Menurut AFI, franchise atau waralaba adalah suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada konsumen melalui franchisee. Franchisor (pemberi franchise) yang memberikan hak kepada franchisee (penerima franchise) untuk melaksanakan usaha dengan merek, nama, prosedur, dan sistem yang sudah dibuat dan ditetapkan sebelumnya dalam area tertentu dan jangka waktu tertentu

Sejarah Dan Perkembangan Franchise

Di dunia, sistem franchise pertama kali diperkenalkan pada tahun 1850-an. Sistem franchise pertama kali diperkenalkan oleh Isaac Singer sebagai pembuat mesin jahit Singer. Meski saat itu usahanya gagal, tapi konsep pertama kali diperkenalkan oleh dirinya sebelum akhirnya diikuti oleh brand, brand yang lebih sukses seperti Coca cola, Mc Donald, dan sebagainya

Sedangkan di Indonesia sendiri, konsep franchise atau waralaba pertama kali digunakan oleh kendaraan bermotor. Saat itu, penerima waralaba atau franchisee hanya menjadi penyalur produk kendaraan bermotor melalui dealer resmi kendaraan bermotor merek terkait. Pada tahun 1970-an diperkenalkan konsep lain yakni lisensi plus dimana franchisee diperbolehkan atau memiliki hal untuk memproduksi produknya. Tentu dengan prosedur dan sistem yang telah ditetapkan

Saat ini, kita bisa menemukan, berbagai jenis usaha diperkenalkan dengan sistem franchise. Seperti restoran, rumah makan siap saji, mini market, super market, toko pakaian, dan sebagainya

Jenis-jenis Franchise

Sebenarnya, teori ini bisa saja berkembang dimasa mendatang mengingat konsep franchise juga terus berkembang. Tapi saat ini, setidaknya ada dua jenis franchise

1. Franchise atau waralaba luar negeri

Franchise atau waralaba tipe ini biasanya lebih disukai karena selain sistem yang lebih jelas, Franchisee punya peluang untuk memonopoli merek terkait di sebuah negara. Sebagai contoh Anda memiliki hak penggunaan merek atau brand X di Indonesia, biasanya Anda bisa menguasai daerah Indonesia sehingga perkembangan bisnis brand X di Indonesia ada di tangan Anda

Namun, tentu keunggulan jaringan dan modal kerja menjadi bagian yang menentukan. Karena pemilik brand atau kekayaan hak di luar negeri yang sudah berskala global tentu tidak asal pilih dalam menentukan mitra

2. Franchise atau waralaba dalam negeri

Saat ini cukup banyak franchise atau waralaba yang diciptakan di Indonesia. Namun, dalam pengamatan saya, tidak sedikit yang kurang maksimal dalam pembuatan sistem. Tidak sedikit franchisor yang hanya mengejar keuntungan cepat di awal tanpa mempertimbangkan jangka panjang

Tips Berbisnis Franchise

Dalam beberapa kesempatan, tidak jarang saya ditanya, bagaimana agar bisa sukses dalam menjalankan bisnis franchise. Untuk tips ini, saya akan bagi peruntukannya, pertama untuk franchisee dan yang kedua untuk franchisor

Untuk Franchisee
1. Kenali Franchisor
Mengenal lebih jauh tentang franchisor adalah salah satu upaya Anda untuk paham tentang kekayaan intelektual, atau penemuan, atau ciri khas usaha yang akan Anda gunakan. Baik franchisor yang berbentuk perorangan maupun badan usaha

Anda bisa mencari informasi terkait kredibilitas orang atau badan usaha milik franchisor. Jika franchisor pernah menjalin kerjasama franchise dengan pihak lain, Anda juga bisa mencari informasi mengenai cara franchisor dalam bermitra dengan pihak franchisee yang ada saat ini

Tapi, tidak banyak yang melakukan ini. Boleh jadi karena keterbatasan ruang, waktu, hingga dana. Tapi saya ingatkan, Anda bisa jauh lebih rugi dalam hal tenaga, dana, dan waktu jika pada akhirnya kerjasama Anda berantakan hanya karena franchisor Anda tidak atau kurang baik dalam bekerjasama

Pengertian Franchise

2. Kejelasan dan Kredibilitas Sistem
Sistem dalam dunia franchise atau waralaba harus jelas dan teruji. Jelas karena membuat Anda paham, dan teruji karena sudah teruji bisa membuat Anda memperoleh keuntungan

Tidak sedikit saya menemukan, pihak franchisor yang tidak memiliki sistem dan atau prosedur yang jelas. Belum lagi soal kredibilitas sistem atau prosedur. Apakah sistem dan prosedur ini sudah teruji dan kredibel ini yang perlu Anda pahami dari franchisor Anda

Jadi dua ya, jelas dan teruji. Jelas saja tapi tidak teruji sama dengan bohong. Teruji tapi tidak jelas akan membuat Anda berantakan dalam pelaksanaannya

3. Memiliki Persiapan Kondisi Terburuk
Jika Anda seorang franchisee, Anda harus persiapkan semua rencana dengan matang, terutama jika benar kondisi terburuk terjadi. Salah satu kondisi terburuk adalah kerjasama Anda berjalan namun membuat Anda terus merugi baik secara waktu, tenaga, hingga keuangan

Untuk Franchisor
1. Siapkan Sistem Yang Matang
Seperti yang saya ungkapkan di atas, tidak sedikit franchisor yang memiliki sistem atau prosedur yang kurang matang. Atau bahkan tidak matang sama sekali. Nah, Anda harus membuat itu terlebih dahulu agar franchisee Anda tidak kebingungan dalam pelaksanaan franchise yang Anda jalin dengannya

Sistem atau prosedur yang Anda buat juga harus teruji dalam beberapa kondisi. Anda juga harus membuat berbagai jenis kemungkinan. Tujuannya agar kerjasama franchise Anda bisa berjalan dengan maksimal dan mendapatkan hasil yang maksimal pula

2. Cashflow yang Cukup
Tidak banyak yang gagal dalam usaha, termasuk dalam usaha yang dikembangkan dengan sistem franchise, karena cashflow perusahaan yang tidak sehat. Hal ini membuat semuanya dilaksanakan dengan dana yang minim. Padahal, sistem yang baik bukan sistem yang dilaksanakan dengan dana minim, tapi dengan dana yang sesuai porsinya dan menghasilkan profit yang maksimal

Udah sampe akhir

Nah, sudah bagian akhir nih.. Demikianlah tulisan dari saya melalui lebahmaster.com mengenai pengertian franchise, pengertian istilah penting dalam franchise, sejarah, perkembangan, jenis-jenis, hingga tips berbisnis franchise. Semoga Anda paham dan tulisan yang panjang ini bermanfaat untuk Anda

Sampai jumpa di tulisan selanjutnya

BAGIKAN