Satu Hal Yang Tak Mungkin Putus yaitu Persahabatan

Persahabatan Mie Instan
Ilustrasi Image : Seperti mie instan yang selalu ada disaat kita lapar seperti itu pula persahabatan yang kita jalin

Cerpen Persahabatan Mie Instan – Semester per semester telah kami lalui awalnya terasa mudah namun dengan berjalannya waktu perjuangan itu mulai terasa berat. Tetesan air mata dan tubuh yang semakin lemah mulai kami rasakan di awal semester v ini. Perubahan pun mulai terjadi di antara kami baik dalam sikap dan mulai pudar rasa persahabatan itu. Aku dan teman-teman ku mulai berteman dari awal kegiatan SIMAK di kampus. Dari perkenalan kecil kami mulai lah tumbuh rasa persahabatan di antara kami. Pada awalnya memang terasa manis selalu bersama kemana pun pergi, menghabiskan waktu senggang bersama pula. Kami pun sudah mulai banyak mengenal teman lainnya di kelas. Rasa kecocokan pun mulai membuat kami dekat satu dengan yang lain nya.

 
Namun, kebersamaan itu mulai terasa memudar dengan kesibukan mereka masing-masing dan adanya ketidak cocokan di antara satu dengan yang lainnya. Tugas yang semakin lama semakin sulit pun membuat kami sibuk dengan diri sendiri. Hari yang biasa penuh dengan canda tawa dan kelakar yang aneh tidak lagi menghiasi pertemanan kami. Bagai padang pasir yang gersang begitu lah persahabatan kami sekarang. Ada yang sibuk dengan teman dekatnya yang lain dan ada pula yang mulai menjauh karena terlalu sering bermain-main sehingga tugas banyak yang terbengkalai.

 
Siang itu kami memutuskan untuk berkumpul kembali dan meluruskan apa yang sebenarnya terjadi dalam persahabatan kami. Kami pun berinisiatif untuk bermain game putar botol kejujuran di dalam permainan ini siapa yang ditunjuk oleh botol maka akan menjawab pertanyaan dari temannya secara jujur dan blak-blakan. Putaran botol pertama pun berhenti dan botolnya menunjuk salah satu dari kami yang tak lain adalah Cinta. Kami pun menanyai satu per satu kepada cinta mulai dari hal yang umum sampai hal yang membuat kami terperanga. Cinta membeberkan salah satu rahasia yang selama ini dia sembunyikan dari kami yaitu sifat-sifat buruk yang sering kami secara tidak sadar. Air mata kami pun mengalir di pipi setelah mendengar pernyataan cinta. Setelah putaran terakhir kami pun akhirnya sadar akan semua kesalahan dan egoisan yang telah merenggut persahabatan kami yang indah.

 
Begitu lah jika keegoisan dan rasa saling tidak percaya muncul maka sebuah hubungan sekuat apapun akan runtuh. Jika kita bisa memecahkan solusinya maka hubungan tersebut akan semakin kuat. Seperti mie instan yang selalu ada disaat kita lapar seperti itu pula persahabatan yang kita jalin. 

 

Cerpen ditulis dan dikirim oleh Priscilla Andini Putri

 

Baca Juga Cerpen Lainnya :

Sebuah Semangat Untuk Anak

SHARE
Previous article4 Tips Agar Bisnis Berjalan Stabil
Next articleTempat Wisata Sasaran Para pelancong untuk Menjajal Keindahan Alam
Kirim tulisanmu ke lebahmaster.com - suarakan inspirasi dan aspirasimu yang bersifat membangun. jadikan setiap kata dalam tulisanmu penuh manfaat bagi banyak orang. Tulisan Sahabat adalah space khusus untuk memuat tulisan hasil dari aktivitas jurnalistik para sahabat pembaca yang dikirim ke lebahmaster, baik dengan mendaftar terlebih dahulu maupun dikirim ke email: redaksi@lebahmaster.com