Penangkapan kolonel Jefri Oktavianus Rotti

LEBAHMASTER.COM – Menurut Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, narkoba adalah salah satu dari tiga musuh besar bangsa Indonesia. Dua musuh besar lainnya adalah korupsi dan radikalisme. Banyak sudah yang jadi korban narkoba. Kata Mendagri, kini tiap RT, sudah ada dua pengguna narkoba. Dan, tiap harinya, ada sekitar 50 orang yang jadi korban barang laknat tersebut. Karena itu narkoba adalah salah satu musuh besar republik. Narkoba jadi ancaman bagi generasi muda. Satu generasi bisa hilang karena narkoba.

Lihat saja, kata dia, penjara sekarang penuh oleh mereka yang terjerat kasus narkotika. Ini bukti, narkoba telah jadi wabah yang tak boleh dianggap remeh. Sekaligus ini juga membuktikan, bahwa Indonesia telah menjadi pangsa pasar utama bagi para bandar narkoba internasional.

Yang jadi korban narkoba pun tak pandang bulu. Rakyat jelata dan orang berpangkat bisa jadi korban narkoba. Salahsatu contohnya, kata Mendagri, adalah Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Nofiandi yang kena operasi tangkap tangan sedang nyabu. Ia pun akan tegas kepada aparatur yang terbukti menggunakan narkoba. Ahmad Wazir Nofiandi, Bupati Ogan Ilir, misalnya, langsung ia pecat. Ini untuk menimbulkan efek jera. Padahal, Ahmad Wazir Nofiandi, baru sebulan menjabat sebagai bupati. Tapi karena terbukti lewat operasi tangkap tangan yang dilakukan BNN, terpaksa ia pecat.
Terbukti pakai narkoba, tertangkap tangan, saya langsung pecat,” katanya.

Waktu berpidato membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Sulawesi Barat di Kota Mamuju, Menteri Tjahjo juga kembali mengingatkan tentang bahaya narkoba. Di acara Musrenbang itu, bahkan ia bercerita tentang seorang perwira menengah di TNI yang kena operasi narkoba. Ia menyayangkan peristiwa tersebut.

Tjahjo juga mengaku, ia kenal dekat dengan sang perwira berpangkat kolonel tersebut. Bahkan menurutnya, dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, si perwira menengah berpangkat kolonel itu, sebentar lagi akan dinaikan pangkat jadi Brigadir Jenderal atau Brigjen. Tentu sangat disayangkan, selangkah lagi jadi Brigjen, si perwira menengah itu harus gigit jari. Bahkan kini karirnya di militer terancam hancur. Kemungkinan dipecat dari kedinasan militer sangat besar terjadi.

Saya punya teman, sudah 8 tahun jadi sahabat saya. Bahkan ketemuan hampir tiap minggu. Dia, mau dinaikanJjenderal. Dua minggu lagi, jadi jenderal bintang satu, eh ketangkap ngisap sabu-sabu,” kata Tjahjo.

Siapakah dia, yang maju jadi Brigjen tapi batal karena tertangkap ngisap sabu-sabu? Apakah dia Kolonel Jefri Oktavian Rotty yang menjabat Dandim 1408/BS Makassar, perwira menengah yang batal jadi Brigjen karena tertangkap tangan sedang gunakan sabu?

Sepertinya cerita Mendagri mengarah pada kisah Kolonel Jefri. Karena melihat dari pangkat, Kolonel Jefri adalah perwira menengah yang selangkah lagi jadi Brigjen. Dan, dia adalah kolonel yang baru-baru ini tersangkut kasus narkoba.

Seperti diketahui, beberapa waktu yang lalu, Kolonel Jefri terjaring operasi narkoba. Ia bersam rekannya Kepala Pusat Komando dan Pengendalian Operasi Kodam VII / Wirabuana Letkol Budi Imam Santoso digerebek saat pesta narkoba di sebuah hotel di Makassar. Sayang seribu sayang, karir yang dibangun susah payah akhirnya hancur dalam sekejap karena baran laknat bernama narkoba. (By.Agus.S)

Baca Juga: Kisah Selama Berada Di Pondok Cinta Tentara Penjaga Tapal Batas