Politisi Muda Gerindra Ini, ‘Jatuh’ Sebelum Bertarung

1988
Gerindra Mohamad Sanusi
Anggota DPRD DKI Jakarta M Sanusi

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan atau OTT. Kamis malam, kabar komisi anti rasuah lakukan OTT sudah tersebar di kalangan wartawan. Namun informasi simpang siur.

Bahkan, informasi awal yang tersebar, yang ditangkap dalam OTT, adalah Wakil Gubernur Bali. Lalu, berubah lagi, kabarnya Wakil Bupati Bandung yang dicokok. Baru, kemudian informasi makin jelas, yang ditangkap katanya anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra.

Siapa dia? Saat itu masih belum jelas. Di media online, sudah muncul berita-berita berisi tanggapan dari beberapa petinggi di parlemen DKI Jakarta. Salah satunya adalah Wakil Ketua DPRD, M Taufik. Dalam berita yang dimuat di salah satu media online, M Taufik mengaku belum mengetahui siapa yang ditangkap KPK dalam OTT.

Makin malam, baru jelas, bahwa yang ditangkap itu salah satunya diduga adalah M Sanusi. Dugaan itu menguat, karena di halaman gedung KPK, terparkir mobil Jaguar dengan nomor polisi mirip Jaguar punya M Sanusi. Mobil itu ikut disita komisi anti rasuah.

Siapa M Sanusi? Dia adalah salah satu ketua komisi di DPRD DKI Jakarta. M Sanusi, adalah politisi Partai Gerindra, partai yang dinakhodai Prabowo Subianto. M Sanusi juga tak lain adalah adik kandung M Taufik, Wakil Ketua DPRD Jakarta.

Baru Jumat pagi menjelang siang, KPK mengeluarkan pernyataan resmi. Pimpinan komisi pemberantas korupsi membenarkan, dalam OTT yang dilakukan Kamis, salah satu yang ikut dicokok adalah anggota DPRD DKI Jakarta. Inisialnya MSN. Ya, publik pun sudah menduga, itu adalah M Sanusi. Benar saja, karena kemudian Detik.com, memuat berita yang mengutip keterangan dari istri politisi Partai Gerindra tersebut. Istri M Sanusi mengaku, bila ia dapat telepon dari suaminya, bahwa sang suami sedang ada di KPK. Bahkan, dalam berita di Detik.com, juga dimuat pengakuan dari istri M Taufik, bahwa dia sudah punya firasat, suaminya bakal ‘ditangkap’ KPK.

M Sanusi ditangkap KPK, karena diduga menerima suap dari pengembang. Profil serta kisah M Sanusi pun kemudian banyak diulas media online. Detik.com, misalnya mengulas tentang Jaguar M Sanusi, juga gaya hidup mewah sang politisi. Tak lupa, Detik.com pun sampai menampilkan rumah mewah tiga lantai milik M Sanusi yang ada di Kembangan, Jakarta Barat.

Baca Juga: Mantan Menteri Ini, Seumur Hidupnya Tak Pernah Main Golf

Di ulas juga, bahwa M Sanusi, tak pernah melaporkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) ke komisi anti rasuah. Sungguh menyesakan memang jika benar M Sanusi terima suap. Apalagi dia digelandang ke KPK karena tertangkap tangan terima suap. Jika seperti itu, sepertinya sulit untuk berkelit.

Dia, politisi yang terbilang masih muda. M Sanusi, hanya menambah panjang daftar politisi muda yang serakah di negeri ini. Saya pun teringat sebuah tayangan berita di salah satu stasiun televisi swasta. Dalam berita itu ditayangkan kegiatan M Sanusi, saat melakukan aksi donor darah. Dalam kegiatan tersebut, M Sanusi sekaligus mendeklarasikan diri, bahwa ia siap bersaing masuk dalam bursa calon gubernur DKI. Dan ia pun mulai mengenalkan brand politiknya yaitu sebutan ‘Bang Uci’.

Baca Juga: Calon Menteri Ini, Ternyata Berijasah Palsu

Dalam berita itu juga ditampilkan sat Bang Uci diwawancarai reporter stasiun televisi tersebut. Saya masih ingat, salah satu yang diucapkan Bang Uci adalah tentang perlunya gubernur Jakarta yang santun, jujur dan berintegritas. Sekarang, Bang Uci dicokok KPK. Bila terbukti terima suap, omongan Bang Uci tentang gubernur yang santun, jujur dan berintegritas sungguh sebuah omongan kosong. Faktanya, dia ‘doyan’ suap. Sayang seribu sayang, Bang Uci sepertinya harus melupakan mimpinya bertarung dalam pemilihan gubernur di Jakarta. Dia, sudah jatuh sebelum bertarung. Bukan ke Balai Kota, dia melangkah. Justru penjara pemberhentian berikutnya.