Prosedur Cara Mengurus Sertifikat Tanah Warisan Di Indonesia

3510

Cara Mengurus Sertifikat Tanah Warisan Yang benar

Prosedur Cara Mengurus Sertifikat Tanah Warisan

LebahMaster.comCara Mengurus Sertifikat Tanah Warisan merupakah hal penting bahkan wajib diketahui oleh setiap orang yang mendapatkan warisan (ahli waris) berupa tanah. jika tanah yang diwariskan tersebut bukan atas nama orang tua. kenapa dikatakan penting? karena aset berupa properti semakin kedepannya merupakan harta yang berharga dan banyak diperebutkan oleh siapapun, bahkan tidak jarang sering terjadi sengketa karena kedua belah pihak tidak memiliki bukti yang sah dan jelas sebagai pemilik Properti tersebut.

 

Bagi sebagian orang yang masih belum paham cara mengurus sertifikat tanah warisan untuk balik nama kepemilikan memang akan mengalami sedikit kesulitan, terlebih seperti yang tleah dikatakan diatas bilah tanah hibah atau warisan tersebut bukan atas nama pemberi warisan alias masih tercatat sebagai nama penjual.

 

Dalam hal kepengurusan tanah Warisan, biasanya pertanyaan yang sering diajukan adalah :

 

  1. Bagaimana proses pembuatan sertifikat yang baru dengan menggunakan nama saya? Bukti rumah tersebut diwariskan dengan adanya surat wasiat dari ayah yang telah meninggal dunia.

 

  1. Berapa total biaya pengurusan sertifikat rumah?

 

Jika kedua pertanyaan diatas termasuk juga pertanyaan anda dalam untuk mengetahui cara mengurus balik nama atau ingin membuat sertifikat tanah warisan maka hal yang harus anda pastikan terlebih dahulu adalah ” kejelasan posisi kepemilikan tanah warisan“. artinya anda harus punya bukti adanya surat keterangan waris dari pihak almarhum, maka harus dilanjutkan dengan pembuktian adanya surat wasiat dimaksud.

 

Anda juga harus memastikan seperti apa surat wasiat warisan itu dibuat, Apakah wasiat dibuat dalam bentuk ”Akta Notaris“, dan didaftarkan pada Pusat Daftar Wasiat, ataukah hanya berupa wasiat lisan atau surat wasiat tertulis namun tidak melibatkan notaris (bawah tangan).

 

Apabla surat atau keterangan wasiat dibuat dalam bentuk lisan atau surat bawah tangan, Mungkin anda akan sedikit mengalami kesulitan untuk mengurusnya tanpa adanya persetujuan dan pengakuan dari ahli waris yang lain bahwa wasiat tersebut memang benar ada dan tidak ada keberatan dari ahli waris lain.

 

Dan Jika wasiat dibuat dalam bentuk “Akta Notaris“, biasanya ditunjuk pelaksana wasiatnya juga. itu artinya Dengan adanya pelaksana wasiat tersebut, maka yang bersangkutan bisa datang langsung ke kantor kecamatan setempat untuk membuat Akta Hibah Wasiat kepada Anda. Selanjutnya nanti Camat yang akan bertindak selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Sementara dan melaksanakan transaksi hibah wasiat tersebut, ini berlaku untuk tanah hibah atau warisan yang memang belum memiliki sertifikat sama sekali. jika sudah ada lengkap sertifikat pemilik tapi masih atas nama penjual maka anda selanjutnya tinggal mengurus balik nama sertifikat tanah hibah atau warisan tersebut dengan mengikuti proses dan prosedur dibawah ini:

 

Langkah awal yang harus anda pastikan adalah melengkapi dokumen Otentik diantaranya : Akta Jual Beli atau AJB, yang ditandatangani oleh orang tua.selanjutnya anda silahkan langsung ke tahapan pengurusan balik nama sertifikat tanah warisan tersebut, dengan mengiuti tahapan berikut ini:

 

Tahap Pertama, Buatlah SKW

Karena sertifikat tanah masih atas nama penjual, Maka sebagai ahli waris perlu mengurus balik nama sertifikat. untuk Tahap awal, pemohon harus membuat Surat Keterangan Waris (SKW) yang menerangkan bahwa yang bersangkutan adalah ahli waris dari orang tua. inilah yang kami sebutkan diatas bahwa anda harus memiliki surat keterangan waris dari pemberi warisan.

 

Surat Keterangan Waris harus dibuat oleh ahli waris, dan disaksikan oleh dua orang saksi dan dikuatkan oleh Kepala Desa tempat tinggal pewaris. Sedangkan syarat lainnya dan prosedur diatur dalam Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No.1 tahun 2010, dan biaya diatur dalam PP No. 14 tahun 2010.

 

Tahap Kedua, Lengkapi Persyaratan

Sebelum bertandang ke kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional setempat, jangan lupa mempersiapkan persyaratan mengurus Peralihan Hak Atas Tanah. Berikut syarat utamanya dikutip dari bpn.go.id:

 

Mengisi formulir permohonan dan ditandatangani diatas materai. Formulir pemohonan ini memuat :

  • Identitas diri.
  • Luas, letak dan penggunaan tanah yang dimohon.
  • Pernyataan tanah tidak sengketa.
  • Pernyataan tanah dikuasai secara fisik.
  • Fotocopy identitas pemohon/para ahli waris (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket.
  • Sertifikat asli.
  • Surat Keterangan Waris sesuai peraturan perundang-undangan.
  • Akte Wasiat Notariel.
  • Foto copy SPPT PBB tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket.
  • Penyerahan bukti SSB (BPHTB), bukti SSP/PPH untuk perolehan tanah lebih dari 60 Juta Rupiah bukti bayar uang pemasukan (pada saat pendaftaran hak).

 

Tahap Ketiga, siapkan Dana untuk Pembayaran biaya pengurusan

Proses pengurusan balik nama sertifikat di BPN seperti yang tercantum di atas, biasanya hanya membutuhkan waktu kurang dari satu hari. Hanya saja, sertifikat baru akan keluar setelah lima hari berikutnya.

 

Tahapan ini sekaligus menjawab pertanyaan nomer dua diatas,artinya untuk mengurus balik nama pada sertifikat tanah warisan tidaklah gratis ( kecuali bila anda ada kolega yang mau membantu dengan ihklas) biaya yang harus Anda keluarkan untuk layanan kepengurusan sertifikat tanah warisan adalah relative atau tergantung pada nilai tanahnya.

 

Sebagai Contoh : Apabila sertifikat tanah yang hendak dibalik nama berada di kawasan Jagakarsa, maka biaya pengurusannya adalah Rp52.925. Hal ini karena NJOP kawasan tersebut pada tahun ini adalah Rp2.925.000. Sedangkan untuk ongkos layanan balik nama yang NJOP-nya Rp3,5 juta seperti Kecamatan Pakansari, Cibinong, pemohon akan dikenakan uang sebesar Rp53.500. semnetar untuk setiap daerah bisa saja berbeda biayanya, terlebih lagi *Maaf bila anda belum mengerti sama sekali bisa saja anda akan dikenakan biaya lebih mahal untuk mengurus balik nama sertifikat tanah hibah atau warisan. setidaknya anda jangan terlalu gegabah dalam mengurus sertifikat penting ini dan berusahalah menemukan orang yang tepat dan siap membantu anda dalam mempermudah mengurus balik nama sertifikat tanah warisan.

 

Itulah rincian tahapan dan prosedur atau pun proses Cara mengurus sertifikat tanah warisan atau hibah dengan benar. Hal ini menjadi penting anda lakukan agar peninggalan orang tua tidak menjadi masalah kedepannya baik berupa hak milik ataupun legalitasnnya.