Proyek Masjidil Haram Ternyata Dikerjakan Oleh Perusahaan Ayah Osama Bin Ladin

1322

Proyek Pembangunan Masjidil Haram, Makkah, Saudi Arabia

LebahMaster.com – Pemerintah Arab Saudi, saat ini tengah gencar-gencarnya menggenjot proyek perluasan komplek Masjidil Haram. Ini proyek besar. Bahkan bisa disebut mega proyek. Pada 2011, proyek ini mulai dilakukan. Target waktu pengerjaan yang dipatok, proyek besar ini bisa rampung pada tahun 2020 nanti.

Namun pada 2015, tepatnya pada 11 September 2015, terjadi tragedi tumbangnya crane raksasa akibat hujan deras yang terjadi sejak siang di Saudi yang diikuti badai dan angin kencang. Mengutip pemberitaan di Koran Tempo, pukul 17.24, terjadi badai disertai angin kencang. Badan dan angin kencang itulah yang kemudian membuat crane tumbang lalu jatuh menimpa tempat sai atau al-masa dan al mathaf atau tempat tawaf.

Crane merek Mammoet, berkapasitas 80-3000, atau salah satu crane terbesar kedua di dunia itu terjungkal dan menimpa area sai dan tawaf. Koran Tempo dalam pemberitaannya menuliskan 107 orang meninggal, diantaranya ada jemaah haji asal Indonesia.

Proyek raksasa itu sendiri dilakukan untuk memperluas komplek Masjidil Haram, sehingga daya tampungnya membesar. Saat ini, Masjidil Haram, baru bisa menampung 900 ribu orang. Dan, bila proyek itu rampung, Masjidil Haram bisa menampung 1,85 juta orang.

Proyek Masjidil Haram Ternyata Dikerjakan Oleh Perusahaan Ayah Osama Bin Ladin

Nilai proyek itu sendiri yang membuat terbelalak. Sehingga ini bisa dikatakan salah satu proyek terbesar di Arab Saudi. Nilai proyeknya mencapai lebih dari 100 milyar riyal atau kalau disetarakan dengan rupiah, nilainya mencapai 354 triliun. Proyek ini menyasar halaman Masjidil Haram, yang akan diperluas hingga 1,47 juta meter persegi.

 

Dalam proyek, akan dibangun terowongan yang dilengkapi dengan 680 unit lift. Disiapkan pula 4.524 pengeras suara, 6.635 CCTV dan penambahan 2.100 toilet. Siapakah pelaksana proyek jumbo tersebut?

 

Pelaksana proyek jumbo tersebut tak lain adalah BinLadin Group. Perusahaan konstruksi yang didirikan oleh Muhammad bin Awad bin Ladin. Siapa Muhammad bin Awad bin Ladin? Dia tak lain adalah ayah dari Usamah bin Ladin, pentolan juga pendiri Al Qaeda, organisasi teroris yang paling diburu oleh Amerika Serikat. Usamah sendiri tewas dalam sebuah operasi militer yang dilakukan oleh pasukan khusus Amerika Serikat di Pakistan beberapa waktu yang lalu.

 

Nah, ternyata ada salah satu perusahaan Indonesia yang ikut serta mengerjakan proyek raksasa tersebut. Perusahaan Indonesia yang ikut dalam proyek itu adalah PT Waskita Karya Tbk, salah satu BUMN yang bergerak di bidang konstruksi. PT Waskita, menjadi salah satu subkontraktor di proyek perluasan komplek Masjidil Haram.

Baca Juga :