Cerpen Inspirasi ” Sapi Penghantar Sarjana ” Ditulis dan dikirim Oleh :

Denita Sari

Sapi-Penghantar Sarjana

“Iya, mama do’akan selalu nak. Yang penting sholat jangan lupa, banyak bersabar dan berdo’a.” Mataku berkaca, selalu begitu ketika berkomunikasi dengan mama ataupun papa lewat telfon. Namun hati ku selalu lega dan nyaman jika mendengar suara mereka, memastikan apakah mereka baik- baik saja disana.

 
Perkenalkan namaku Risa. Aku seorang mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi di sebuah Kota yang lumayan jauh dari daerahku. Sehingga memang, handphone adalah yang paling penting bagiku untuk menghubungi mereka yang ku sayangi disana. Yaa orang tuaku tidak pernah berkunjung ke tempat ku kuliah, wajar saja. Bukan mereka tidak peduli. Bukan! Butuh waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk berkunjung ke tempatku.

 
Papa adalah sosok orang tua yang sangat aku kagumi. Kerja keras, dan segala tanggung jawabnya meski kami hidup berkecukupan. Beliau adalah seorang ayah yang sangat saya hormati. Watak papa yang sangat keras membuat kami sangat menyegani beliau, namun walau begitu papa tidak pernah melalaikan kami dalam pendidikan. Aku sangat kagum kepada beliau. Papa bekerja sebagai buruh tukang harian, dari hasil pekerjaanya itulah papa menghidupi kami. Mengirimi ku uang setiap minggunya untuk biaya hidupku disini, di kota dimana aku harus serius menempuh jalur pendidikan ini untuk mendapatkan gelar sarjanaku. Selain itu, aku mempunyai 6 orang saudara. Aku adalah anak kedua, kakakku sudah bekerja.

 
Mama, juga sosok yang sangat aku hormati dan aku sayangi. Beliau adalah wanita penyabar, lembut yang menyayangi dan mendidik kami. Mama adalah ibu rumah tangga yang mengurusi kami setiap hari, terlebih adik- adikku yang masih kecil- kecil.

 
Di rumah, kami mempunyai hewan ternak sapi. Setiap pagi papa mengeluarkan sapi dari kandang lalu membawanya ke padang rerumputan. Siang atau sorenya, mama dan adikku mengembalakan sapi. 8 ekor sapi lumayan membuat mama dan adikku kewalahan mengurusi untuk membawanya ke kandang, maka sepulang kerja papa akan menjemput sapi, membantu mama.

 
Hal terpenting adalah, sapi peliharaan papa lah sebagai jaminan aku bisa masuk kuliah waktu itu. Papa menjual sapi- sapi peliharaannya untuk biaya kuliahku, aku pernah mendapat beasiswa untuk biaya semester ku. Kini, aku berada di akhir semester 5. Itu berarti tak lama lagi perkuliahan ku akan selesai.

 
Sapi- sapi ini akan menghantarkanmu menuju sarjana kelak, Insya Allah.” Begitu ucap mama sembari menutup telfon.

 

Baca Yuk Cerpen : Semangat Di Setiap Peluhmu

SHARE
Previous articleSemangat Di Setiap Peluhmu
Next articlePT KAI Telah Luncurkan Kereta Kesehatan Pertama Di Indonesia
Kirim tulisanmu ke lebahmaster.com - suarakan inspirasi dan aspirasimu yang bersifat membangun. jadikan setiap kata dalam tulisanmu penuh manfaat bagi banyak orang. Tulisan Sahabat adalah space khusus untuk memuat tulisan hasil dari aktivitas jurnalistik para sahabat pembaca yang dikirim ke lebahmaster, baik dengan mendaftar terlebih dahulu maupun dikirim ke email: redaksi@lebahmaster.com