Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir

Rekor Bupati Termuda – Pada 9 Desember 2015, bangsa Indonesia untuk pertama kalinya menggelar pemilihan kepala daerah secara serentak. Sebanyak 269 daerah menggelar pesta demokrasi serentak. Tapi, karena ada masalah gugatan hukum, lima daerah terpaksa tak menggelar pemilihan secara serentak. Lima daerah tersebut adalah Kabupaten Simalungun, Kota Manado, Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Fakfak, dan Pematangsiantar.

Kini, para kepala daerah dan wakilnya yang terpilih sudah dilantik. Untuk gubernur dan wakilnya, pelantikan dilakukan di Istana Negara. Presiden Jokowi yang langsung melantiknya. Namun, untuk bupati, wali kota beserta wakilnya, dilantik masing-masing di ibukota provinsi. Gubernur setempat yang melantiknya.

Tapi baru saja mereka dilantik, beberapa sudah berulah. Dan yang menyesakan, ada ulah yang bikin marah. Salah satunya adalah yang dilakukan Bupati termuda dari Ogan Ilir Ahmad Wazir Nofiandi.

Ahmad Wazir Nofiandi, adalah produk pemilihan kepala daerah serentak 2015. Berpasangan dengan Pandji Ilyas, ia meraih suara terbanyak menyingkirkan rival-rivalnya di pemilihan bupati Ogan Ilir. Tapi, baru sebulan menjabat, Ahmad Wazir Nofiandi sudah berurusan dengan aparatur penegak hukum.

Hari Minggu, 14 Maret 2016, mungkin adalah hari tersial bagi Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir. Petang hari, beberapa petugas dari Badan Nasional Narkotika (BNN) memantau kediamannya. Dan, saat malam mulai meremang, petugas BNN langsung merangsek maju ke dalam kediaman Ahmad Wazir Nofiandi.

Sang tuan rumah kalang kabut digerebek mendadak. Ia yang sedang nyabu, tak bisa lagi berkelit. Barang bukti pun langsung dikantongi BNN. Sang bupati berusia 27 tahun itu pun hanya pasrah, tertangkap tangan sedang teler oleh sabu.

Bupati termuda itu pun langsung digelandang ke Jakarta. Ia langsung di bawa ke markas BNN di bilangan Cawang, Jakarta Timur. Bahkan, esok harinya saat digelar jumpa pers di markas BNN, Bupati Ogan Ilir itu masih dalam keadaan teler. Foto-foto Bupati Ogan Ilir pun langsung beredar, diberitakan banyak media.

Dalam foto, wajah bupati termuda itu tampak kusut. Duduk di sebelah Kepala BNN, Komisaris Jenderal Budi Waseso, mata Ahmad Wazir tampak nanar dan kosong. Ia diam seribu bahasa. Bahkan tampak melongo kala Jenderal Waseso menggelar jumpa pers.

Seperti peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga, tak lama setelah Ahmad Wazir dicokok BNN, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo langsung mengeluarkan pernyataan. Tidak tertutup kemungkinan, Ahmad Wazir langsung dipecat. Tak perlu menunggu status hukumnya berkekuatan hukum tetap.

Dalam pernyataannya, Menteri Tjahjo sangat kecewa dengan tingkah Bupati Ogan Ilir tersebut. Pasalnya, Ahmad Wazir baru sebulan menjabat sebagai bupati. Menteri Tjahjo tampak kesal. Menurutnya, Bupati Ahmad Wazir adalah contoh pemimpin yang buruk. Bupati Ogan Ilir, terbukti telah mengkhianati kepercayaan masyarakat Ogan Ilir.

Dan beberapa hari kemudian, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo membuktikan ucapannya. Bupati Ogan Ilir, benar-benar dipecat. Ahmad Wazir, tak lagi diberhentikan sementara, tapi langsung dipecat permanen. Alasan Menteri Tjahjo, Ahmad Wazir terbukti mengkonsumsi sabu. Bahkan tertangkap tangan beserta alat buktinya. Tidak hanya itu, tes urin serta serat rambut pun menyatakan Bupati Ogan Ilir positif menggunakan narkoba jenis sabu. Karena itu tak ada alasan lagi untuk berkelit. Menteri Tjahjo pun memutuskan, langsung memecat Bupati Ogan Ilir. Surat Keputusan pemecatan Bupati Ogan Ilir sudah ditembuskan ke Presiden dan Gubernur Sumatera Selatan. Tinggal di tindaklanjuti oleh Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin.

Dan yang lebih menyesakan lagi, Kepala BNN, Jenderal Waseso atau biasa dipanggil Buwas mengungkapkan, bahwa Bupati Ogan Ilir bukan penikmat sabu baru- baru ini saja. Tapi, Ahmad Wazir sudah biasa pakai sabu sejak lama. Bahkan kata Jenderal Buwas, sudah empat bulan BNN mengincar Ahmad Wazir.

Itu pula yang membuat Menteri Tjahjo heran dan bertanya-tanya. Mantan Sekjen PDIP itu heran, kenapa Ahmad Wazir bisa lolos jadi calon bupati. Sebab sebelum ditetapkan jadi peserta pemilihan bupati, ada tahapan tes kesehatan yang harus dijalani semua kontestan pemilihan. Salah satunya, calon harus bebas narkoba, sebagai salah satu syarat lolos jadi calon. Tapi faktanya, Ahmad Wazir lolos. Padahal di satu sisi BNN menyatakan, Ahmad Wazir adalah pengguna lama narkoba. Karena itu ia heran, kenapa sampai Ahmad Wazir lolos tes kesehatan. Menteri Tjahjo pun meminta kepolisian memeriksa siapa yang melakukan tes. Karena jangan-jangan memang ada kongkalikong untuk meloloskan bupati termuda tersebut.

 

Baca Juga: Baru 15 Menit Dilantik, Bupati Ini Langsung Mau Nyalon Gubernur