Penjelasan Ilmiah Tentang Kerinduan

Penjelasan Ilmiah tentang Kerinduan
Penjelasan Ilmiah tentang Kerinduan – Image Ilustration

Rindu bisa menyerang siapa saja. Terlebih bagi mereka yang tengah jatuh cinta. Dua insan yang tengah dilanda cinta, dan terpisah oleh jarak tentu menyebabkan kerinduan yang mendalam. Perasaan campur aduk yang kerap kali tak bisa dijelaskan dengan kata-kata ini, seolah tertahankan dan ingin segera bertemu dengan orang yang kita rindukan.

Tapi, tahukah kamu? Mengapa perasaan rindu itu bisa terjadi? Apa yang menyebabkan perasaan campur aduk ketika tengah merindukan seseorang?

Bagi Anda yang sering merindukan seseorang atau sedang dilanda rinud yang begitu berat, Berikut adalah penjelasan ilmiah tentang kerinduan yang kerap menyerangmu.

1. Mengapa timbul rasa rindu bercampur aduk?

Ya, rindu ibarat rasa yang bercampur aduk, yang terkadang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Mungkin, dihari pertama ketika kamu berpisah dengan orang yang kamu sayangi, kamu hanya merasakan sebatas rindu biasa. Namun, semakin lama dan semakin tidak bertemu kamu akan merasakan kerinduan yang amat dalam dan ingin segera bertemu.

Bagi wanita rasa rindu juga dipengaruhi oleh hormon. Menurut Gabrille Lichtermen dari Hormone Horoscope dan Progresteron  dari siklus bulanan wanita dapat mempengaruhi suasana hati, sensitivitas serta tingkat ketergantungan kepada seseorang. Itulah sebabnya mengapa wanita yang tengah dilanda rindu, seringkali terlihat sentimental.

2. Mengapa semakin tidak bertemu semakin tidak tertahankan?

Ketika dilanda rindu, ada fase-fase yang akan dilewati oleh seorang wanita. Menurut Lichtermen, seorang wanita yang mengalami kerinduan pada orang yang disayangi akan mengalami beberapa fase. Pada hari pertama menstrusasi, wanita akan merindukan kenangan yang indah bersama pasangannya. Selanjutnya, ia mulai merindukan kedekatan fisik dengan pasangannya. Selanjutnya, wanita akan mulai berbicara dan melakukan hal-hal kecil untuk pasangannya. Dan akhirnya, keberadaan pasangannya benar-benar menjadi kebutuhan “darurat” yang harus dipenuhi.

3. Mengapa rindu sangat menyakitkan?

Rasa rindu erat kaitannya dengan hormon dalam tubuh kita. Ketika seseorang tengah jatuh cinta, akan terjadi reaksi peningkatan hormon dopamine yang mempunyai pengaruh terhadap rasa sakit, hasrat dan bahagia. Sehingga ketika bersama dengan orang yang kita sayangi, akan timbul rasa bahagia. Produksi hormon dopamine ini juga dapat mempengaruhi produksi hormon serotonin yang mengendalikan tingkat stress, nafsu makan serta suasana hati. Inilah yang menyebabkan timbulnya rasa sakit ketika berjauhan dengan orang yang kita sayangi. Baca: Cara Menjaga Hubungan Jarak Jauh “LDR” Agar Tetap Langgeng

4. Mengapa tidak bisa tergantikan?

Rasa rindu pada pasangan memang tidak bisa tergantikan oleh sahabat atau keluarga. Ketika seorang pria dan wanita tengah jatuh cinta, akan ada ikatan emosional yang berkaitan dengan hormon oksitosin. Hormon inilah yang menjadi kunci kesetiaan seorang pria. Ketika seorang pria tengah menjalin komitmen dengan pasangannya, maka ia akan menjadi jarak dengan wanita lain yang bukan pasangannya.

5. Mengapa Peluk dan Cium bisa menjadi obat penghilang rindu?

Berpelukan dan ciuman dapat menjadi obat pereda rasa rindu. Mengapa? Dalam buku yang berjudul The Science of Kissing: What Our Lips Are Telling Us karya Sheril Kirshenbaum, mengungkapkan bahwa kedekatan fisik (pelukan atau ciuman) dapat memicu hormon cinta (serotonin, dopamine, oksitosin) pada taraf maksimal. Sehingga saat seseorang berpelukan atau berciuman dengan orang yang mereka rindukan akan sangat melegakan.

Itulah penjelasan ilmiah tentang kerinduan. Maka tidak heran apabila seseorang yang diserang rasa rindu akan bersikap tidak seperti biasanya.