Sederet Janji ‘Bombastis’ Politisi Di Negeri Ini

3385
Isi cuitan di akun Twitter Habiburokhman yang berjanji akan loncat dari Monas bila TemanAhok bisa mengumpulkan 1 juta KTP dukungan untuk Ahok
Isi cuitan di akun Twitter Habiburokhman yang berjanji akan loncat dari Monas bila TemanAhok bisa mengumpulkan 1 juta KTP dukungan untuk Ahok

 

Habiburokhman, politisi Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra, berjanji, akan terjun dari Monumen Nasional (Monas), bila TemanAhok, relawan pendukung calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok, bisa mengumpulkan 1 juta KTP. Tak pelak janji nyeleneh Habiburokhman yang dicuitkan lewat akun Twitternya @habiburokhman jadi gunjingan para netizen.
” Saya berani terjun bebas dari Puncak Monas kalau KTP dukung Ahok beneran cukup untuk nyalon. #KTPdukungAhokcumaomdo???” begitu bunyi cuitan Mas Habiburokhman, dalam akun Twitternya @ habiburokhman

Ya, seperti diketahui Ahok memutuskan akan maju lewat jalur independen dalam pemilihan gubernur di ibukota pada 2017 nanti. Dan, bagi calon yang maju lewat jalur perseorangan itu kudu memenuhi syarat dukungan yakni berupa KTP warga DKI Jakarta. Ahok, perlu melampirkan dukungan sebanyak 700-an ribu fotocopy KTP warga beserta pernyatan surat dukunganya. Dan TemanAhok, adalah unjuk tombak dalam pengumpulan KTP tersebut.

Kembali ke janji terjun dari Monas yang dilontarkan Habiburokhman. Janji itu pun kemudian dapat respon dari para netizen. Ada yang mencibir, ada yang mengkritik. Bahkan TemanAhok, sampai bersedia menyediakan mobil ambulan bagi Habiburokhman. Tapi yang pasti, para netizen banyak yang menagih janji nyeleneh tersebut. Media-media pun berebut memuat itu. Mereka ramai-ramai memberitakan itu. Habiburokhman sendiri dikejar-kejar awak media yang ingin memastikan apakah janji terjun dari Monas tersebut bukan basa-basi atau tidak. Mungkin karena kesal selalu ditanyakan itu, dalam sebuah acara Habiburokhman sempat kesal.

Janji bombastis yang masih terkait dengan Monas, sempat pula diucapkan Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat yang sekarang ada di penjara Sukamiskin Bandung. Saat ramainya kasus korupsi proyek Hambalang, Anas memang pernah melontarkan janji ‘nyeleneh’ yang membuat banyak orang terperangah. Ketika itu Anas mengungkapkan, jika terbukti ia menerima satu rupiah duit dari proyek Hambalang, ia siap digantung di Monas.

Satu rupiah saja Anas korupsi di Hambalang, gantung Anas di Monas,” begitu ucapan Mas Anas yang dikatakannya pada tanggal 9 Maret 2012.

Ya, Anas ketika itu dikait-kaitkan dengan kasus Hambalang yang menyeret Nazaruddin, eks Bendahara Umum Partai Demokrat. Nazaruddin pula yang menuding Anas ikut terlibat dan menikmati duit proyek Hambalang yang bermasalah tersebut. Anas sendiri kemudian ditetapkan jadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan, sudah divonis. Anas kini menikmati hari-harinya di penjara Sukamiskin, Bandung.

Lalu siapa lagi yang pernah berjanji nyeleneh dan bombastis? Saat Pilpres 2014 kemarin, netizen dihebohkan dengan screenshot berisi kicauan dari akun @AHMADDHANIPRAST. Bunyi kicauan yang dicapture lalu beredar di Twitter yang bikin heboh.

 
Saya akan potong kemaluan saya kalau Jokowi bisa menang dari Prabowo Subianto!! Itu sumpah saya!!” begitulah bunyi kicauannya.

Akun @AHMADDHANIPRAST sendiri, memang milik Ahmad Dhani, bos Republik Cinta Management. Ya, Ahmad Dhani, pentolan grup Dewa 19 yang sudah bubar itu, saat Pilpres 2014, jadi salah satu juru kampanye bagi pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Saat itu dalam Pilpres, hanya ada dua pasangan calon yang bertarung, yakni duet Prabowo-Hatta melawan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.

Tentu saja cuitan itu cukup mengagetkan. Para netizen pun langsung menyambar itu dan beramai-ramai menagih janji ‘potong anu’ Ahmad Dhani. Apalagi setelah Jokowi-Jusuf Kalla menang, para netizen kian galak menagih itu.

Ahmad Dhani merasa tak pernah mencuitkan itu. Bahkan, Ahmad Dhani kemudian mengadukan itu ke Dewan Pers. Kata Ahmad Dhani, cuitan bombastis itu hasil editan, seolah-olah itu berasal dari akun Twitternya. Lalu cuitan hasil editan itu dicapture dan disebarkan di Twitter. Ia merasa difitnah. Kini di saat Ahmad Dhani getol menawarkan diri untuk jadi calon gubernur DKI Jakarta, janji ‘potong burung’ kembali diungkit.

Janji bombastis lainnya yang sempat ramai diberitakan, adalah janji Pak Surya Paloh yang akan membubarkan Partai Nasional Demokrat (NasDem), bila ada kadernya yang tersangkut korupsi. Saat membuka pembekalan calon legislatif Partai Nasdem yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Senin, 3 Juni 2015, bos Partai NasDem itu dalam pidatonya mengatakan, ia akan mengevaluasi keberadaan partainya, Nasdem bila ada kadernya tersangkut korupsi. “Tidak layak Partai Nasdem dipertahankan,” kata Pak Paloh ketika itu.

Janji itu pun ramai ditagih, terutama oleh para netizen, saat dua kader penting Partai NasDem, seperti Mas Rio Capella dan Pak OC Kaligis terjerat kasus di KPK. Pak Kaligis dan Mas Rio terseret kasus dugaan suap. Keduanya oleh KPK, dijerat karena diduga hendak ‘mengamankan’ kasus dugaan korupsi yang menyeret Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho. Kasus Gatot sendiri ditangani oleh Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Dan yang terbaru adalah soal Muhammad Sanusi, politisi Partai Gerindra yang dicokok KPK karena tertangkap tangan terima suap dari pengembang property. Nah, M Sanusi ini, sama seperti Ahmad Dhani punya keinginan jadi calon gubernur DKI Jakarta. Bahkan, M Sanusi pernah mengucapkan pernyataan atau semacam janji, bila ia terpilih jadi gubernur akan memberlakukan syariat Islam di Jakarta. Janji itu kini dicibir. Di Twitter, janji M Sanusi pun jadi bahan olok-olok. Berjanji menegakan syariat Islam, tapi masih doyan terima suap. Janji jadi gubernur Islami, tapi nyatanya korupsi.