Cerpen Penuh Inspirasi ” Seangat Di Setiap Peluhmu ” Ditulis dan Dikirim Oleh :

Annisa Fitri

IG: @annisapipid

Semangat Di Setiap Peluhmu

Siang hari di kos semua anak kos duduk di depan kamar dan melakukan aktivitasnya, ada yang ngobrol dan sibuk dan seketika itu datang nenek yang berjualan di atas kepala nya ada bakul dan isi bakul nya pisang,sayuran,buah jambu biji terong dan lain nya dan nenek itu mampir di kos kami dan kami pun membeli karena hati ini terasa hati kami tersentuh sang nenek pun tersenyum dan mata nenek berkaca-kaca. Aku merasa seperti ibu dan nenek aku yang yang berjualan terasa capek nya membawa bakul yang berisi bermacam-macam yang dia jual dan nenek itu berjalan ke kos-kos dan menawarkan kepada setiap anak kos.

 
Terkadang ada juga yang tidak membeli dagangan nya, betapa sedih nya hati nenek itu apa bila dagangan nya tidak laku terjual betapa capek nya nenek itu membawa bakul di atas kepala dan berjalan-jalan mengikuti jalan. Berjalan satu tahun aku melihat nenek itu berjualan ke kos dengan bakul yang berat dan kondisi tubuh yang tidak sepatutnya berdagang karena usia nenek itu seharus nya nenek itu beristirahat di rumah dan harus di urus oleh anak nya .

 

 

Tetapi tidak dengan nenek ini dia harus mencari nafka untuk diri nya dan membawa bakul yang berat setiap hari, bagaimana dengan anak-anak nya apakah dia di rumah? Atau bagaimana ? apakah anak nya tidak mempunyai hati? Betapa sedih nya hati ini melihat nenek itu berjualan setiap hari yang bakul nya berisi sangat berat.

 
Dan sewaktu aku tidak melihat nenek itu berjalan di depan kos, dan hari itu aku berjalan ke kampus aku melihat nenek itu berjualan tapi tidak dengan berjalan membawa bakul lagi tapi sudah dengan duduk di pinggiran jalan dan masih menjual-jualan itu. Sepintas aku berjalan dan menetap arah nenek itu mata berkaca-kaca aku merasa seperti orang tua ku aku ingin membentu.

 
Terik matahari hujan-hujan yang nenek rasakan tiap hari, tidakah kita tersentuh hati nya untuk membantu nenek itu? Walau kita tidak mengiginkan jualan nya setidak nya kita beli dengan demi kian kita bisa sedikit membantu dan meringankan hati nya, mungkin kah aku sndiri yang merasakan nya? Apakah setiap orang yang melihat nenek itu merasa kasihan?

 
Ketika aku kuliah di kampus 2 dan kembali ke kampus 1 aku berjalan dan melihat nenek lagi berjualan dan duduk sambil melihat dagangan nya. Aku dan teman berbicara kasihan melihat nenek seumur beliau masih berjualan kami pun melihat ke arah nenek itu dan mata kami berkaca-kaca. Tidak sanggup melihat nenek itu merasakan capek dan panas seharusnya nenek itu istirahat di rumah.

 
Setiap hari nenek berjualan mungkin dagangan nya tidak laku semua karena peminat nya kurang karena nenek berjualan di dekat sekolahan. Tidakah anak nya membantu nenek itu? Kapankah nenek itu akan bahagia? Kapan kah nenek itu beristirahat di rumah? Tak seorang pun acuh.

 

Baca Juga Cerpen Lainnya : Segenggam Rindu Untuk Uda

SHARE
Previous articleSegenggam Rindu Untuk Uda
Next articleSapi Penghantar Sarjana
Kirim tulisanmu ke lebahmaster.com - suarakan inspirasi dan aspirasimu yang bersifat membangun. jadikan setiap kata dalam tulisanmu penuh manfaat bagi banyak orang. Tulisan Sahabat adalah space khusus untuk memuat tulisan hasil dari aktivitas jurnalistik para sahabat pembaca yang dikirim ke lebahmaster, baik dengan mendaftar terlebih dahulu maupun dikirim ke email: redaksi@lebahmaster.com