Setelah Andi Arief Pensiun

1664

Andi Arief Staf Khusus Susilo Bambang Yudhoyuno

Lebahmaster.com , padang – Kisah situs Gunung Padang, pernah mengharu biru jagad pemberitaan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Adalah Andi Arief, Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana yang getol menyuarakan tentang keberadaan situs Gunung Padang lewat media. Cerita situs Gunung Padang pun ketika itu mampu jadi berita yang seksi. Media-media besar, berlomba-lomba mengulasnya dari berbagai sisi. Bahkan, cerita situs Gunung Padang sampai mendunia, ketika media asing ikut memberitakannya.

 

Tapi kini, Andi Arief telah pensiun, seiring berakhirnya periode pemerintahan Presiden SBY. Presiden SBY telah pensiun, digantikan Joko Widodo yang menang dalam pemilihan presiden 2014. Dan, di era Presiden Jokowi, demikian panggilan akrabnya, tak ada lagi posisi staf khusus seperti yang dulu dipegang Andi Arief.

 

Andi Arief pun, tak lagi jadi lingkaran istana. Pensiunnya Andi Arief, membawa konsekuensi pada nasib situs Gunung Padang. Kini, pemberitaan tentang situs Gunung Padang menguap. Tidak ada lagi sosok yang berapi-api penuh semangat menceritakan tentang ‘penemuan’ situs Gunung Padang.

 

Untuk membuktikan keberadaan situs Gunung Padang, Arief kemudian membentuk tim yang diberi nama Tim Terpadu Riset Mandiri atau TTRM. Tim ini diketuai oleh geolog muda, yaitu Danny Hilman Natawidjaja. Tim bentukan mantan aktivis 98 ini, mulai melakukan riset di Gunung Padang, sekitar tahun 2011.

 

Hasilnya, tim pimpinan Danny Hilman menemukan sebuah ‘jejak peradaban’ yang diyakini mirip situs Machu Pichu di Peru. Bahkan diyakini, apa yang ada di Gunung Padang, melebihi apa yang ada di Manchu Pichu. Danny sendiri, saat itu membantah bila tim yang dipimpinnya itu di danai oleh pemerintah. Dana penelitian, menurut Danny, dikumpulkan secara sukarela diantara anggota tim dan sumbangan lain. Tapi, Danny tak menampik, bila timnya difasilitasi oleh Kantor Staf Khusus Presiden danSekretariat Negara. Namun fasilitasi hanya untuk koordinasi, perijinan dan komunikasi dengan instansi-instansi terkait.

 

Namun temuan tim pimpinan Danny Hilman sendiri banyak yang meragukan. Bahkan, banyak para arkeolog, yang ikut meragukan keberadaan sebuah jejak peradaban ‘besar’ di Gunung Padang. Andi Arief-lah yang tampil ‘membela’. Ia pasang badan, menangkis segala keraguan atas temuan tim pimpinan Danny Hilman.

 

Bahkan, dalam sebuah kesempatan, Andi Arief mengungkapkan, ada pengusaha pribumi yang berani menawar situs Gunung Padang, seharga 12 triliun. Jumlah yang fantastis. Andi mengklaim, tak tergiur oleh tawaran itu. Karena penemuan situs Gunung Padang, adalah milik masyarakat.

 

Gunung Padang sendiri, adalah sebuah ‘gunung’ yang terletak di perbatasan Dusun Gunung Padang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Gunung Padang sendiri, mulai ramai dibicarakan setelah tim pimpinan Danny Hilman melansir hasil surveinya.

 

Pada 2011, tim peneliti katastrofi purba bentukan kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, yang kemudian dikenal dengan TTRM, melakukan serangkaian survei. Mengutip penjelasan di situs Wikipedia.org, awalnya tim ini melakukan survei untuk meneliti aktifitas sesar aktif Cimandiri yang terentang dari Pelabuhan Ratu sampai Padalarang. Salah satunya rentangan sesar aktif yang diteliti itu melewati Gunung Padang.

 

Nah, saat melakukan survei di bawah permukaan Gunung Padang, tim tak menemukan adanya intrusi magma. Selanjutnya tim melakukan survei lebih lengkap dengan menggunakan metodologi geofisika, yakni metodologi yang menggabungkan penelitian dengan metodologi geolistrik, georadar, dan geomagnet.

 

Hasil penelitian, tim menyimpulkan, Gunung Padang terbentuk bukan karena faktor alamiah. Tapi, terbentuk oleh sentuhan tangan manusia. Tim pimpinan Danny Hilman pun kian yakin, ada ‘jejak peradaban’ di Gunung Padang. Bila hasil penelitian terbukti, maka Gunung Padang akan jadi kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara. Boleh jadi, bakal menyaingi Manchu Pichu di Peru, karena luas komplek utamanya saja yang berada di ketinggian 885 meter di atas permukaan laut mencapai 900 meter persegi. Luas area komplek situs seluruhnya sampai ke bawah gunung, menurut taksiran tim pimpinan Danny Hilman sekitar belasan hektar.

 

Tapi, pro kontra muncul. Beberapa geolog bahkan arkeolog, menyangsikan Gunung Padang adalah bentukan tangan manusia. Pro kontra pun sempat meramaikan kolom-kolom berita. Namun kini, Andi Arief telah pensiun. Presiden dan jajaran pemerintahan pun telah berganti. Ramai gaduhnya kisah Gunung Padang pun ikut menguap, seiring bergantinya wajah di lingkaran kekuasaan. Entah kapan lagi, cerita Gunung Padang akan kembali menyeruak menyita perhatian publik. Andi Arief sendiri, pasca pensiun dari jabatan Staf Khusus Presiden, belum terdengar lagi bicara tentang situs Gunung Padang.

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

Elit yang Korupsi, Petani Jeruk Pun Menanggung Getahnya