Setya Novanto Mundur Dari DPR, Ini Komentar Lirih Jokowi

903

Setya Novanto Mundur dari DPR

Jakarta , Setya Novanto – Setelah sekian lama kita semua mendengar dan mengikuti berita kasus freeport yang melipatkan Ketua DPR dan juga beberapa orang lainnya sehingga membuat jalannya persidangan berlangsung begitu lama pada akhirnya tidak ada hasil yang memberikan keputusan siapa sebenarnya membuat biang kerok dari semua persoalan ini, hal ini dikarenakan ketua DPR Setya Novanto memutuskan untuk mundur dari DPR dan sidangpun ditutup.

 

Bapak presiden Joko widodo sendiri mengatakan bahwa beliau menghormati keputusan yang diambil oleh Novanto untuk mengundurkan diri dari jabatan sebagai ketua DPR, hal tersebut juga disampai langsung oleh Presiden Jokowi setelah acara pembukaan Munas IV Asosiasi DPRD kabupaten Seluruh Indonesia, jakarta ( 17/12/2015) di Hotel Pullman.

 

Ya kita menghormati setiap keputusan yang sudah diberikan oleh Pak Setya Novanto,” Ujar Bapak presiden Jokowi.

 

Jokowi juga mengatakan bahwa beliau pesca pengunduran diri Novanto belum melakukan komunikasi, seperti apa yang beliau sampaikan di kutip dari laman kabar24.bisniscom, Rabu (16/12/2015).” Belum” Kata jokowi.

 

Presiden jokowi juga menyampaikan bahwasanya hubungan antara legeslatif dan eksekutif sejauh ini belum ada persoalan setelah setya novanto memutuskan untuk mundur, hubungan tersebut sama sekali tidak berpengaruh.

 

“Dari dulu baik-baik saja,” ujar Jokowi.

 

Jokowi juga mengatakan bahwa hubungan dirinya dengan Setya Novanto tidak ada persoalan, jokowi menyampaikan hal tersebut dengan nada lirih kepada awak media yang meliput.

 
Setya Novanto Mundur dari DPR, Ini Pesan Rizal Ramli Kepada Pejabat lainnya.
kemunduran Novanto menjadi alasan tersendiri bagi Menko bidang Kemaritiman untuk memberikan himbauan dan peringatan kepada para pejabat lain yang berperan menguruns Indonesia.

 

Menurut Rizal Ramli kasus pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Setya Novanto harus bisa menjadi pelajaran berharga bagi pejabat lainnya agar tidak memcampurkan kepentingan umum dengan urusan pribadi.
Seusai menyerahkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk 1.000 nelayan Sibolga dan Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga, Kamis (17/12/2015), Rizal juga memberikan apresiasi atas keputusan Setya Novanto mengundurkan diri dari jabatannya.

 

Kami terima kasih Saudara Novanto akhirnya mengundurkan diri, karena hukuman moral dari rakyat itu nilainya sangat tinggi. Mudah-mudahan jadi pelajaran agar para pejabat belajar untuk memisahkan diri, kalau mau jadi pengusaha ya pengusaha. Kalau jadi pejabat ya jadi pejabat,” tukasnya.

 

Menurut dia, yang saat ini merusak Indonesia adalah pejabat yang terus bertindak sebagai pengusaha.

 

Jadi kalau mau jadi pengusaha kita bantu, tapi kalau mau jadi pejabat ya jangan dagangkan kekuasaan itu. Ini yang merusak Indonesia,” tegasnya.

 

Kasus pencatutan nama Presiden Jokowi dalam upaya perpanjangan kontrak PT. Freeport Indonesia, menurut Rizal bagaikan sinetron perkelahian antargeng.

 

Ini istilah saya, adalah jurus memancing ular-ular keluar dari sarangnya. Kalau sudah pada keluar, kita ‘tepokin’ satu-satu nanti,” tambahnya.

 

Rizal menegaskan, para elite yang memperebutkan saham itu sama sekali tidak punya hak atas pengelolaan tambang di Papua tersebut.

 

Itu bukan hak dia, melainkan hak rakyat Indonesia. Jadi, mudah-mudahan pelajaran ini, kasus kemunduran Novanto, memberikan pelajaran supaya pejabat memisahkan diri. Jadi pejabat yang baik, ladeni rakyat, jangan jadi sibuk dagang kekuasaan,” tandasnya.