Smartphone Lokal: Dicaci atau Dipuji?

1835

Sekilas Pandang Mengenai Smartphone Lokal

Smartphone Lokal

“Cintailah produk-produk Indonesia..!”

Siapa, sih, yang tidak familiar dengan kalimat tersebut? Kalimat yang lekat dengan sesosok pria yang tak lagi muda, pemilik brand peralatan terkemuka asli Indonesia. Sejak dulu sampai sekarang, tagline yang digunakan selalu sama. Dari mulai saya SD hingga sekarang sudah bekerja, kalimat itu masih ada, sehingga saya yakin bahwa mereka yang lahir di tahun 2000-an pun mengetahuinya.

Tapi…

Seberapa jauh kita meresapi dan mengaplikasikan kalimat tersebut? Coba lihat barang-barang di sekitar kita. Adakah yang benar-benar produk buatan Indonesia?

Laptop buatan Jepang, mobil buatan Amerika, televisi buatan Jepang. Lalu kulkas, pendingin ruangan, kompor, dan masih banyak lagi contoh lainnya. Namun ada satu benda yang paling lekat dengan kehidupan kita sehari-hari, yaitu handphone.

Saat ini, perkembangan teknologi komunikasi semakin pesat. Banyak inovasi baru yang lahir di era 2010-an ini. Jenis handphone, berbagai spesifikasi, variasi sistem operasi, lalu merek yang beredar… masing-masing berlomba untuk mengungguli ‘kawan’nya. Ada yang berusaha meniru dan ada pula yang berjuang keras untuk mencipta yang baru.

Dari penjabaran tersebut bisa dikatakan bahwa di dunia telekomunikasi Indonesia saat ini ada dua merek besar yang saling bersaing: Apple dengan iPhone-nya serta Samsung dengan seri Galaxy-nya. Dari mana merek tersebut berasal? Ya, dari luar negeri kita ini.

Biasanya, kita yang menggunakan ponsel merek tersebut (dan yang serupa), beralasan bahwa kedua merek itulah yang mampu mengikuti perkembangan zaman dengan teknologinya yang memukau. Kantong kempes demi sebuah ponsel canggih terbaru di tangan pun direlakan. Lalu, di mana nilai kalimat pertama dalam tulisan ini berperan? Sudahkah kita berusaha mencari tahu produk buatan Indonesia – dan berusaha mencintainya?

Seringkali, kita sudah terlanjur memiliki apriori negatif terhadap karya buatan negeri sendiri dan cenderung memuja karya buatan negara orang. Merek dengan nama keren sedikit saja langsung dielu-elukan. Begitu tahu bahwa itu merek asli Indonesia, barulah kita tercengang.

Smartphone Polytron Zap 5
Polytron Zap 5

Sebutlah Polytron, sebuah merek produk elektronik asli Indonesia yang berbasis di kota Kudus, Jawa Tengah. Setelah sekian lama memproduksi televisi dan lainnya, akhirnya Polytron memutuskan untuk mengikuti arus perkembangan smartphone saat ini. Tidak main-main, harga murah yang ditawarkan tidak serta-merta membuat kualitas ponsel menjadi buruk. Polytron saat ini menawarkan ponsel android 4G LTE dengan didukung oleh spesifikasi lain yang memukau dan tidak kalah saing dengan produk lain berspesifikasi serupa. Ingat, ini adalah produk Indonesia!

Semua ponsel diproduksi langsung di Indonesia, di pabrik yang mayoritas pekerjanya adalah perempuan. Semua dikerjakan dengan teliti, dari mulai penyusunan hingga pengetesan kinerja bagian-bagian, agar tidak kecolongan satu kecacatan pun. Bukankah ini menunjukkan kualitas dan mode kerja industri yang cukup baik?

Tidak hanya itu, ada pula smartphone android yang diproduksi di Batam dengan merek IVO. Dikatakan bahwa merek ini juga memproduksi ponsel yang terkoneksi dengan jaringan 4G LTE. Kabar terakhir yang didapatkan adalah salah satu produk IVO digandeng sebagai rekan bundling BOLT. Fakta tersebut menjadi bukti kedua bahwa ponsel produksi Indonesia telah dipercaya oleh pemegang merek bisnis yang cukup besar.

Smartphone Ivo V5
Ivo V5

Dari dua kasus di atas (dan masih ada merek-merek lainnya), mungkin sudah saatnya kita berpikir untuk tidak mengutamakan gengsi dibandingkan fungsi. Bila ada produk yang berspesifikasi bagus dengan harga yang oke, apalagi buatan anak negeri sendiri, mengapa tidak? Ketika kita belum mampu memproduksi, marilah kita mulai mengonsumsi; setidaknya tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia juga bisa.

By : Dita Nadya Ardiyani