Soal Hukuman Mati, Presiden Jokowi dan Habibie Berbeda Sikap

845

Soal Hukuman Mati Jokowi dan Habibie beda Sikap

Beda sikap Presiden Jokowi dan Habibie Soal Hukuman Mati

Lebahmaster.com – Di era Presiden Jokowi, penerapan hukuman mati, terutama bagi bandar atau pengedar narkoba, diberlakukan dengan tegas. Bahkan, beberapa terpidana narkoba sudah dieksekusi. Saat ini, akan menyusul lagi beberapa terpidana yang kembali bakal di eksekusi.

Jokowi bergeming, meski banyak suara yang menolak penerapan hukuman mati, terutama dari kalangan aktivis penggiat hak asasi manusia. Para aktivis, dengan lantang menolak penerapan hukuman mati. Penerapan hukuman mati dinilai bertentangan dengan nila-nilai kemanusiaan juga melanggar HAM. Negara, tak boleh sewenang-wenang mencabut nyawa seseorang. Apalagi, hak hidup dijamin oleh konstitusi.

Meski begitu, Jokowi jalan terus. Eksekusi mati akan tetap dilakukan. Alasannya, Indonesia sedang dalam kondisi darurat narkoba. Tiap hari, banyak yang mati karena narkoba. Dan, penerapan hukuman mati diharapkan bisa menimbulkan efek jera.

Namun lain Presiden Jokowi, lain pula sikap mantan Presiden Habibie. Mantan Presiden RI yang menggantikan Soeharto itu, dengan tegas menolak penerapan hukuman mati. Bagi Habibie, penerapan hukuman mati tak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan juga HAM. Menurut Habibie, mencabut nyawa adalah otoritas Tuhan, bukan negara.

Soal hukuman mati, sejak awal saya tak pernah setuju dengan hukuman tersebut. Karena hak mengakhiri hidup seseorang adalah hak prerogatif Tuhan. Oleh karena itu, manusia tidak berhak sesama manusia mengakhiri hidup seseorang,” kata Habibie, di Jakarta, Selasa, 31 Mei 2016. (by agus)

Baca juga: Ini Dia, Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Hukuman Kebiri Dari Para Aktivis