Ampli Mushola Yang Dicuri Zoya

Kumparan – Muhammad Azzahra alias Zoya alias MA dibakar warga di Babelan, Bekasi. Pembakaran yang banyak dikutuk publik ini karena tudingan pencurian ampli musala.

Zoya tewas setelah dikeroyok dan dibakar. Zoya meninggalkan istri yang tengah hamil 6 bulan, dan seorang anak usia 4 tahun.

Kasus pembakaran ini sendiri ditangani Polres Bekasi. Ada dua tersangka sudah ditangkap, polisi masih mengejar pelaku lainnya.

Dalam jumpa pers, pihak kepolisian juga menunjukkan ampli yang diduga milik musala. Marbot musala, Rojali yakin salah satu ampli adalah punya musala karena ada jejak tahi burung. Di musala itu memang banyak bersarang burung gereja.

Lalu bagaimana dengan 2 ampli lain? 2 Ampli itu ada di tas milik Zoya yang dikenal sebagai tukang servis.

Dua ampli itu milik siapa masih diselidiki,” kata Kapolres Bekasi Kombes Asep Adi Saputra saat dikonfirmasi kumparan (kumparan.com), Rabu (9/8).

Hari ini, pihak kepolisian melakukan autopsi makam Zoya di Cikarang. Autopsi ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian Zoya.

Mengapa Jenazah Pria yang Dibakar di Bekasi Perlu Diautopsi?

Polisi berencana melakukan autopsi terhadap jenazah Muhammad Azzahra alias Zoya untuk mencari tahu penyebab kematian pria yang dituding mencuri amplifier musala Al-Hidayah itu. Kuburan tempat Zoya dimakamkan pun kembali dibongkar polisi dengan disaksikan oleh pihak keluarga dan kuasa hukum.

Polisi memerlukan kepastian bahwa ini meninggalnya karena apa. Apa lebih dulu dianiaya atau dibakar. Itu salah satu yang akan diliat, termasuk beberapa luka akibat benda tumpul juga jadi bagian yang akan dilihat,” kata pengacara keluarga Zoya, Abdul Chalim Soebri, di Tempat Pemakaman Umum Kedondong, Buni Asih, Cikarang, Rabu (9/8).

Abdul mengatakan autopsi merupakan permintaan dari pihak kepolisian setelah sebelumnya ditolak oleh pihak keluarga. Menurut Abdul, penolakan itu lebih karena pihak keluarga tidak paham mengenai mekanisme autopsi.

Menolaknya apa, dengan ketidaktahuan hukumnya, mereka mengatakan takut bahwa akan ada biaya lagi, maka mereka menolak,” kata Abdul.

Abdul menambahkan bahwa sebenarnya pihak keluarga sudah memaafkan para pelaku yang memukul hingga membakar Zoya hingga meninggal. Namun menurut dia, hukum harus tetap dijalankan.

Hukum NKRI yang harus ditegakan seadil-adilnya agar jangan sampai terulang kembali,” kata Abdul.

Sumber artikel : kumparan.com