Tujuan Pendidikan dalam Hadits Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam

47

Tujuan Pendidikan Dalam Hadist Nabi Muhammad

Pendidikan merupakan suatu proses belajar yang dibutuhkan oleh manusia.  Imam Ghazali mengatakan bahwa pendidikan merupakan ibadah dan upaya meningkatkan kualitas diri. Pendidikan yang baik merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah serta meraih kebagaiaan dunia dan akhirat. Selain itu dengan pendidikan juga manusia dapat meraih cita-citanya.

Setiap manusia pasti memiliki tujuan masing-masing dalam menjalani kehidupan. Begitu pula dengan pendidikan, sebagai suatu proses belajar haruslah memiliki sebuah tujuan. Tujuan pendidikan sendiri sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional yakni mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, berilmu, sehat, cakap, kreatif dan mandiri serta menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Dari Undang-Undang tersebut dapat diambil empat tujuan yakni menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berilmu, berakhlak mulia, serta cakap dan kreatif. Setidaknya terdapat tiga aspek dalam proses belajar yakni kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotorik (keterampilan) agar dapat mewujudkan tujuan pendidikan. Saat ini tujuan pendidikan hanya terfokus pada bagaimana mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang berilmu saja. Sedangkan tujuan beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, serta cakap dan kreatif sepertinya hanya menjadi “iring-iringan” saja.

Hal ini terbukti dengan mata pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah lebih banyak menekankan aspek kognitif atau pengetahuan saja. Pada akhir proses pembelajaran, peserta didik akan mengikuti Ujian Nasional (UN) yang lagi-lagi menekankan aspek pengetahuan sebagai patokan kelulusan. Mata pelajaran yang memuat aspek afektif dan psikomotorik hanya sebagian kecil saja yang diajarkan dan tidak menjadi patokan dalam kelulusan peserta didik. Selain itu pada saat ini tidak jarang ditemukan seorang peserta didik yang kurang memiliki sikap yang sopan terhadap pendidik.

Pendidikan islam Dalam hadist
Sumber : KumpulanDefinisi.com

Dalam pendidikan Islam disebutkan bahwa dalam suatu proses belajar juga terdapat tiga aspek yakni ta’lim, ta’dib dan tarbiyah. Dalam hadits Nabi tidak disinggung secara langsung mengenai tujuan pendidikan namun disampaikan dengan tersirat.

  1. Menjadi manusia yang beriman dan bertakwa

Dalam sebuah hadits riwayat At-Turmudzi disebutkan “Bertakwalah kepada Allah dimana pun kamu berada…” yang berarti bahwa setiap muslim harus bertakwa kepada Allah dimana pun dan kapan pun, tidak mengenal kondisi apapun. Tujuan pendidikan ini rasanya lebih tepat dikatakan sebagai tujuan akhir dari pendidikan. Setelah menempuh proses belajar, diharapkan agar peserta didik mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

  1. Menjadi manusia yang berilmu

Hadits riwayat Bukhori disebutkan “Barangsiapa dikenhendaki Allah menjadi baik, maka dia akan dipahamkan dalam hal agama. Dan sesungguhnya ilmu itu diperoleh melalui belajar”. Hadits tersebut sudah jelas dikatakan jika seseorang ingin menjadi manusia yang lebih baik dalam kehidupan maka harus memahami dan memiliki ilmu. Untuk memperoleh ilmu tentunya seseorang harus menempuh proses belajar dengan siapa pun.

  1. Menjadi manusia yang berakhlak mulia

Hadits riwayat Al-Baihaqi disebutkan “Sesungguhnya aku (Nabi Muhammad SAW) diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia” dapat dipahami bahwa pemimpin yang cermat merupakan pemimpin yang dapat mencetak pemimpin yang baik. Dalam hal ini Rasulullah yang merupakan pemimpin umat manusia sudah menanamkan akhlak mulia dalam diri beliau sehingga lahirlah pemimpin yang baik sebagai penerus Nabi seperti Khulafaur Rasyidin. Dalam hal pendidikan, akhlak mulia tidak hanya kepada sesama manusia melainkan kepada Allah serta lingkungannya. Akhlak mulia juga diperoleh melalui proses belajar.

  1. Menjadi manusia yang cakap dan kreatif

Dalam sebuah hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa Mu’min yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mu’min yang lemah... Hadits tersebut menekankan bahwa seorang manusia harus kuat dan berkualitas dalam hal jasmani maupun rohani. Dalam hal jasmani, manusia bisa melatihnya dengan berolahraga seperti memanah, berenang, berkuda, lari dan sebagainya. Sedangkan dalam hal rohani, manusia juga harus bisa mengasahn dan mengembangkan bakat serta minat yang dimilikinya. Apabila seseorang memiliki dua kualitas tersebut ketika terkena suatu musibah akan berusaha dengan kemampuannya tersebut.

Dari masalah yang timbul mengenai tujuan pendidikan tersebut, didapatkan beberapa solusi. Pertama, meratakan pendidikan sampai ke pelosok negeri karena hak pendidikan tidak hanya bagi mereka yang tinggal di kota saja. Namun juga anak negeri di pelosok berhak mendapatkan pendidikan. Jika pendidikan di Indonesia merata maka akan didapatkan Negara yang bermutu dalam pendidikan, memiliki generasi penerus yang banyak dan berpendidikan serta memiliki asset di masa depan.

Kedua, pendidikan hendaknya tidak terlalu memfokuskan diri pada satu aspek saja. Namun juga meratakan pada ketiga aspek dalam pendidikan dengan memadukan ketiga aspek ke dalam proses belajar karena ketiga aspek tersebut saling terkait. Jika seseorang memiliki ilmu namun tidak memiliki akhlak yang baik, maka rasanya ilmu tersebut tidak berarti apa-apa. Selain itu juga bisa diatasi dengan mengadakan ekstrakurikuler yang berhubungan dengan aspek psikomotorik seperti memanah, berenang dan olahraga yang lain, namun peserta didik diwajibkan mengikuti salah satu kegiatan tersebut.

Ketiga, hendaknya pemerintah memperhatikan, mnegevaluasi dan mnegkaji kembali kurikulum yang ada sehingga apabila terdapat suatu kekurangan maka akan bias lebih cepat diperbaiki. Keempat, masyarakat hendaknya juga membantu dalam mewujudkan tujuan pendidikan dengan memberi materi lebih rinci mengenai pembelajaran yang diajarkan, terutama dalam hal afektif atau sikap. Masyarakat dapat memberikan contoh yang baik agar generasi penerus bangsa juga ikut mencontoh sikap yang baik tersebut.

Dalam uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa masalah tujuan pendidikan merupakan satu masalah yang ada namun tidak terlalu diperhatikan dalam dunia pendidikan. Padahal hal tersebut jika ditata dan dijalankan dengan apik akan mewujudkan tujuan pendidikan yang sesungguhnya.

Penulis dan Pengirim: Syaicha Akmala (Mahasiswi IAIN Sunan Kudus)

Baca Juga: Mengubah Paradigma Masyarakat Tentang Pesantren, Madrasah, dan Santri