Usai Teguk Oplosan Miras, Dua Mahasiswi Jogja Asal Ternate Tewas Mengenaskan

1151

Mahasiswi Jogja Korban Oplosan

Yogyakarta – Korban Oplosan Vodka Maut Masih hangat, kembali muncul korban lagi, dua mahasiswi Jogja asal ternate, Maluku Utara, ditemukan tewas mengenaskan di sebuah kamar kost Jogja, lokasi Dusun karangjambe, banguntapan Bantul. Keduanya tewas usai meneguk Oplosan Miras di kamarnya.

Kedua Korban Oplosan Miras, Siti Nur Dayanti ( 21) warga Desa Kayumerah, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara. Korban kedua Novrillah Gamawati (23), warga Kelurahan Makasar Barat, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara.

Seperti dilansir pada laman delik news, Minggu (7/2). Kedua korban ditemukan sudah tak bernyawa pada Jumat ( 5/2) malam pukul 23:00 WIB jelang dini hari oleh pemilik kost , Wari Wardiana atau biasa dipanggil Mamioleh penghuni kost. Warni menemukan jasad keduanya saat itu bersama penghuni kost lainnya bernama Ella Budisetyawati (21).

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, pemilik indekos bermula memanggil korban Novrillah Gamawati dengan mengajak saksi Ella Budisetyawati.

Sebab, sekitar pukul 22.00 WIB, orang tua korban di Ternate menelepon putrinya, namun telepon genggam tidak diangkat. Orang tua Novrilah Gammawati lantas menghubungi pemilik indekos untuk mengecek keadaan korban.

Namun saat ditemukan keduanya sudah tidak bernyawa.
Kedua korban muntah darah,” ungkap Kepala Polsek Banguntapan Kompol Suharno, Sabtu (6/2).

Polisi, kata Kapolsek, menemukan dua botol air minum dalam kemasan yang telah kosong, satu botol arak yang masih penuh serta satu botol berisi arak yang tinggal setengah. Polisi juga menemukan produk minuman bersoda yang tinggal berisi seperempat liter serta sebuah cangkir berisi minuman yang dicampur dengan arak.

Dari hasil pemeriksaan petugas, keduanya diduga telah tewas enam jam sebelum ditemukan. Pada Sabtu dini hari, jasad keduanya dibawa ke Rumah Sakit (RS) dr. Sarjito untuk diautopsi. “Orang tuanya sudah dihubungi, sedang dalam perjalanan ke Jogja. Sampai sekarang belum datang,” papar dia.

Waspadalah wahai para anak Rantau, bukan berarti karena jauh dari keluarga kamu bisa seenaknya melakukan hal – hal yang menurutmu bisa mendatangkan kebahagiaan hati. Hidup ini penuh dengan misteri kematian yang kita tidak akan pernah tahu kapan dan dimanapun kematian akan menjemput, sedang apa kita ketika ia datang tak seorang pun tahu.

Selama berada di perantauan berusahalah dengan segenap kemampuan dirimu untuk mengendalikan diri, belajarlah prihatin dengan keadaan keluarga di kampung, saat semangat baik mulai melemah ingatlah kembali tujuan awal mula meninggalkan kampung halaman untuk mengejar sebuah cita – cita mulia. Jangan habiskan hidupmu untuk berfoya – foya apalagi sampai mengakhiri hidupmu dalam keadaan yang sangat miris.