Waktumu Waktuku By Prasetyo

1230
Waktu Waktuku
Waktumu Waktuku : Ilustration image

Dia asyik sendiri membolak-balik sebuah buku dengan sampul yang keras itu. Di dalam nya terdapat beberapa catatan. Dia sedang mencari sesuatu yang ingin di ketahui. Hampir semuanya isi di didalamnya berserakkan dan berceceran dimana-mana. Apa yang sedang dilakukannya?.

 

Di mana saya letakkan, kemaren ada disini” perkataan yang muncul dari mulutnya.

 

Seseorang yang berada di pojok kiri memerhatikan gerak-gerik yang dilakukan oleh perempuan itu. Tanpa rasa curiga dia tidak menghiraukan kepada orang yang kekar, tinggi, dan berkulit putih yang sudah lama melihat kearahnya.

sekarang sudah pukul delapan tiga puluh’, kampus kenapa masih sepi?”. Pertanyaan yang muncul dari perempuan yang duduk itu. Lelaki yang masih berada di pojok kiri dari arah perempuan itu masih memandang kearahnya.

 

Tiba-tiba lelaki yang bertubuh kekar itu mengaruk saku celananya. Dia mengeluarkan benda yang di ambil di dalam sakunya. Sebuah rokok dengan pematik api yang berwarna putih untuk penyala rokok. Dia menghisap rokok itu dengan pelan. Asap putih mengepul keluar dari mulutnya. Dia masih melihat kearah perempuan itu.

 

Perempuan itu masih duduk, kedua telapak kakinya di hantamkan ke bawah begitu cepat. Seperti ada yang di tunggunya. Beberapa kali dia melihat buku yang dia pegang dan beberapa kali dia melihat handphone. Dia gelisah, ada yang menganjal di pikirannya. Dia melihat kearah depan dan berpikir lagi. Tiba-tiba kepalanya di tekurkan dan bersandar di kursi, dan melihat handphone nya lagi.

 

hey, sinta sudah lama menunggu, hey, tidak juga kok,” ternyata lelaki itu menghampiri perempuan itu dan menyapanya.
Mereka sangat asyik berbicara berdua sampai semua penghuni kampus sudah ramai. Tak lama kemudian mereka saling diam dan tidak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut mereka.

 

Ndi, tadi malam kamu kemana,? Dengan suara pelan
“ kenapa kamu tidak menjemput aku, kan kamu sudah janji”.

 

Satu pertanyaan dari perempuan itu memecah keheningan mereka dan membuat lelaki itu seakan terpojok dengan pertanyaan itu.

 
maaf, ya sin, tadi ,malam aku tidak bisa menjemput kamu” karena aku tidak mau diganggu oleh siapa pun pada hari itu. Ke kampus aja aku tidak pergi. Sekali lagi aku minta maaf ya. Hari itu adalah waktu aku untuk sendiri dan tidak boleh diganggu oleh siapa pun” kamu ngertikan? Menegaskan dari perkataannya itu.
Dan kamu juga tidak bisa aku nganggu kan waktu kamu dengan keluarga mu”. Seakan lelaki itu membalikkan pertanyaan yang dilontarkan dari perempuan itu.
Iya, sih aku ngerti dan aku paham, apa yang kamu maksud’’
“terima kasih, ya? Balasan dari lelaki itu dan senyuman dari bibirnya.

 

Tidak lama kemudian mereka pergi berlawanan arah dan berpisah dari bangku yang mereka duduki tadi. Mereka saling mengerti satu sama lain dan saling mengisi dari kekurangan masing-masing. Dengan memandangi ke arah masing-masing dan mereka saling melambaikan tangan dan perempuan itu berkata.
jangan lupa ya nanti siang, kita nonton
Lelaki itu hanya mengacungkan ibu jarinya dan senyuman dari bibir nya yang begitu lebar sampai keningnya mengerut.

 

Cerpen Waktumu waktuku ini, dikirim dan ditulis Oleh Prasetio Hadinata

 

Baca cerpen Lainnya : Lima Belas Tahun Bersamamu By Riri Handayani

SHARE
Previous articleLima Belas Tahun Bersamamu By Riri Handayani
Next articleGadget Memudarkan Semuanya
Kirim tulisanmu ke lebahmaster.com - suarakan inspirasi dan aspirasimu yang bersifat membangun. jadikan setiap kata dalam tulisanmu penuh manfaat bagi banyak orang. Tulisan Sahabat adalah space khusus untuk memuat tulisan hasil dari aktivitas jurnalistik para sahabat pembaca yang dikirim ke lebahmaster, baik dengan mendaftar terlebih dahulu maupun dikirim ke email: redaksi@lebahmaster.com