Wow! Dana Pensiun Indonesia Sudah Mencapai Rp150 Triliun

1154

Dana Pensiun Indonesia Mencapai Rp150 Triliun

Dana Pensiun Indonesia

LebahMaster.Com – Dana pensiun merupakan salah satu sektor manajemen risiko yang paling cepat berkembang di Indonesia. Tingkat pertumbuhan rata-ratanya sebesar 15% per tahun dalam satu dasawarsa terakhir. Aset yang dikelola pun tumbuh dua kali lipat dalam lima tahun terakhir, melebihi tingkat pertumbuhan PDB Indonesia. Bahkan mengutip data dari Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), total aset dana pensiun di Indonesia saat ini hampir mencapai Rp150 triliun.

 

Dan sektor dana pensiun yang paling cepat berkembang adalah DPLK atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan, yang tumbuh sebesar 20% per tahun. Menurut Riko Tasmaya, Citi Transactions Services Head Indonesia dalam sebuah seminar tentang manajemen resiko, secara umum, alokasi investasi dana pensiun di Indonesia bersifat konservatif dibandingkan dengan kelolaan dana negara lain di dunia, negara-negara ASEAN serta negara-negara Asia lainnya. Alokasi investasi dana pensiun Indonesia cenderung memiliki persentase yang lebih tinggi dalam produk deposito berjangka dan instrumen pendapatan tetap. Data menunjukkan lebih dari 50% dana pensiun di Indonesia saat ini diinvestasikan  dalam instrumen pendapatan tetap. Selebihnya, 20% pada saham, 18% pada instrumen pasar uang dan deposito dan sisanya tersebar di berbagai instrumen lain seperti reksadana, aset seperti tanah dan bangunan serta investasi langsung.

 

Potensi pertumbuhan dana pensiun Indonesia sangat tinggi dan Citi bekerja sama dengan sejumlah perusahaan dana pensiun untuk membantu mereka dalam mengelola portofolio investasi dengan lebih baik lagi,” ungkap Riko.

 

Di seminar yang sama, Regional Head Pension Fund Services, Citi Asia Pacific, Vanessa Wang mengatakan, penerapan  manajemen risiko yang bijak harus memperhatikan diversifikasi aset investasi, perlindungan terhadap penurunan pasar, transparansi dalam proses investasi dan peningkatan analisa kinerja investasi.

 

Langkah penting yang juga patut diperhatikan dalam menjalankan pendekatan  manajemen risiko adalah mempersiapkan sistem pelaporan yang menyeluruh dan terperinci,” ujarnya.

 

Sistem pelaporan ini kata Vanessa, harus dilengkapi dengan perangkat pengelolaan kinerja investasi. Ini untuk memonitor dan mengevaluasi kinerja portofolio investasi dana pensiun. Citi telah memiliki tim di Asia Pasifik yang memberikan pelayanan konsultasi secara khusus bagi dana pensiun sejak tahun 2010. Dengan pengalaman dan jaringan global yang dimiliki Citi serta dilengkapi dengan wawasan yang luas, Citi dapat memberikan solusi yang tepat dalam memenuhi kebutuhan dana pensiun yang terus berkembang.

 

Citi merupakan satu-satunya bank yang menjadi steering committee dan operation committee didalam Pension Task Force World Economic Forum,” kata Vanessa setengah berpromosi.
Vanessa menambahkan, studi Citi baru-baru ini mengungkapkan bahwa manajemen risiko yang bijak akan memberikan perlindungan terhadap risiko penurunan pasar dan meningkatkan kinerja investasi secara signifikan dalam jangka panjang.

Terutama pada keadaan pasar dengan volatilitas tinggi seperti saat ini,” katanya.

 

Baca Juga : Ini Dia Angka Kenaikan Tunjangan Anggota DPR